Suasana INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. (FOTO: Soni/TIMES Indonesia)

UMKM Kota Yogyakarta Tembus Pasar Internasional Lewat INACRAFT Festival 2026

Dalam ajang ini, Pemkot Yogyakarta memfasilitasi sekitar 10 pelaku UMKM untuk mengikuti pameran melalui stan bertajuk Seloka YK.

TIMES Jogja,Kamis 16 Juli 2026, 19:13 WIB
263
S
Soni Haryono

JOGJAPemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun internasional.

Salah satu langkah nyata dilakukan dengan memfasilitasi sejumlah pelaku UMKM mengikuti INACRAFT Festival 2026 yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 15–19 Juli 2026.

Keikutsertaan UMKM binaan Pemkot Yogyakarta dalam pameran kerajinan terbesar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi produk.

Selain itu juga membuka peluang kolaborasi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu naik kelas di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, penyelenggaraan INACRAFT Festival di Yogyakarta menjadi momentum strategis bagi para pelaku UMKM lokal untuk belajar langsung dari pelaku industri kerajinan nasional maupun internasional.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat menarik karena menghadirkan banyak peserta, termasuk tenant internasional,” ujar Wawan, Kamis (16/7/2026).

"Pelaku usaha lokal bisa belajar, bertukar pengalaman, dan memperluas wawasan bisnis. Ini sangat bermanfaat agar UMKM kita semakin berkembang dan naik kelas," sambungnyaa.

UMKM Yogya Tampil dengan Produk Unggulan

Dalam ajang tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta memfasilitasi sekitar 10 pelaku UMKM untuk mengikuti pameran melalui stan bertajuk Seloka YK.

Produk yang ditampilkan merupakan hasil kurasi dari Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Kota Yogyakarta guna memastikan kualitas dan daya saing produk yang dipamerkan.

Berbagai produk unggulan khas Kota Yogyakarta hadir dalam pameran tersebut, mulai dari kerajinan kulit berupa tas dan dompet, kain jumputan, hingga aneka aksesori seperti kalung dan gelang yang memiliki nilai seni tinggi.

Menurut Wawan, Kota Yogyakarta selama ini dikenal sebagai salah satu pusat UMKM dan industri kreatif di Indonesia.

Oleh karena itu, partisipasi dalam INACRAFT menjadi bagian dari strategi memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha lokal.

“Setiap tahun kami juga memfasilitasi UMKM untuk mengikuti INACRAFT di Jakarta. Harapannya, produk-produk kerajinan dari Kota Yogyakarta semakin dikenal luas dan mampu menjadi pusat kerajinan nasional yang diperhitungkan,” katanya.

Keikutsertaan dalam pameran skala internasional seperti INACRAFT dinilai menjadi kesempatan emas bagi para pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada calon pembeli dari berbagai daerah bahkan mancanegara.

Selain memperluas pasar, para pelaku UMKM juga berkesempatan menjalin kemitraan bisnis baru yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Wawan optimistis produk-produk kreatif asal Yogyakarta memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk dari daerah lain maupun negara lain.

Terlebih, Yogyakarta memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan didukung oleh sumber daya manusia yang inovatif.

Kain Jumputan Yogyakarta Curi Perhatian Pengunjung

Salah satu pelaku UMKM yang mendapat kesempatan tampil dalam INACRAFT Festival adalah Tuliswati Sandhi, pengrajin kain jumputan asal Kelurahan Tahunan, Kota Yogyakarta.

Tuliswati mengaku bangga karena produk kain dan busana jumputan yang dikembangkannya berhasil lolos proses kurasi dan mendapat kesempatan tampil dalam ajang bergengsi tersebut.

Menurutnya, pameran seperti INACRAFT menjadi wadah penting untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas sekaligus mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi.

“Harapannya kami terus berkembang dan tidak berhenti berinovasi. Melalui pameran sebesar INACRAFT, produk-produk UMKM Yogyakarta bisa semakin dikenal masyarakat luas dan memiliki peluang pasar yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga berharap dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap UMKM dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha yang mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.

Sultan HB X: Kerajinan Adalah Identitas Budaya

INACRAFT Festival 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam sambutannya, Sultan memberikan apresiasi kepada Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) yang selama seperempat abad konsisten menyelenggarakan INACRAFT sebagai wadah promosi industri kerajinan Indonesia.

Sultan menilai tema yang diangkat tahun ini, 'Hamemayu Hayuning Bawana: Kerajinan Budaya untuk Harmoni Dunia', sangat relevan dengan filosofi kerajinan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai budaya dan kearifan lokal.

Menurutnya, setiap karya kerajinan lahir dari ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ungkap Sultan.

"Kerajinan Yogyakarta memiliki kekayaan dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain, mulai dari batik, ukiran, gerabah hingga perak," lanjut Sultan.

Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa festival internasional seperti INACRAFT menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk kerajinan Indonesia kepada pasar global sekaligus membuka peluang kemitraan dagang yang berkelanjutan.

INACRAFT Festival 2026 Hadirkan 1.000 Tenant

Sementara itu, Ketua ASEPHI Muchsin Ridjan menjelaskan bahwa penyelenggaraan INACRAFT Festival 2026 di Yogyakarta merupakan yang pertama kali digelar di Kota Gudeg.

Pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan menjadi bentuk komitmen ASEPHI untuk memperkuat daya saing industri kerajinan nasional sekaligus mendekatkan pameran kepada sentra-sentra ekonomi kreatif yang berkembang pesat.

“INACRAFT Festival 2026 menjadi ajang promosi dan penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya dan kerajinan. Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan pengunjung dari berbagai daerah serta mancanegara,” jelas Muchsin.

Ia menyebutkan, festival tahun ini menghadirkan sekitar 1.000 tenant dan melibatkan 250 pelaku UMKM yang menampilkan berbagai produk unggulan seperti kerajinan kulit, aksesori, wastra, gerabah, hingga furnitur.

Melalui penyelenggaraan perdana di Yogyakarta, ASEPHI berharap industri kerajinan Indonesia semakin kuat, mampu menembus pasar ekspor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif UMKM Kota Yogyakarta dalam INACRAFT Festival 2026 menjadi bukti bahwa sektor ekonomi kreatif terus menjadi salah satu kekuatan utama pembangunan daerah.

Dengan dukungan pemerintah, kurasi produk yang ketat, serta akses terhadap pameran internasional, para pelaku usaha lokal memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di pasar global.

Momentum ini sekaligus mempertegas posisi Yogyakarta sebagai pusat industri kreatif dan kerajinan nasional yang tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi yang mendunia. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.