Suasana jamasan Tombak Kyai Wijaya Mukti Bersinar oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan. (FOTO: Soni/TIMES Indonesia)

Pamor Tombak Kyai Wijaya Mukti Bersinar, Simbol Kejayaan Kota Yogyakarta Kembali Dijamas

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menjaga dan merawat budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Yogyakarta.

TIMES Jogja,Kamis 16 Juli 2026, 18:41 WIB
83
S
Soni Haryono

JOGJAProsesi Jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti kembali digelar Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya sekaligus menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Tradisi yang telah berlangsung selama sekitar seperempat abad tersebut dilaksanakan di Plaza Balai Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026), dan dipimpin langsung Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan.

Kegiatan jamasan atau pembersihan pusaka ini menjadi agenda budaya tahunan yang selalu dilaksanakan setelah prosesi serupa digelar di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Selain berfungsi sebagai perawatan fisik terhadap benda pusaka, tradisi tersebut juga menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, budaya, dan filosofi kepemimpinan yang diwariskan oleh para leluhur.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan Harmawan mengungkapkan rasa syukur karena prosesi jamasan berjalan dengan lancar.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menjaga dan merawat budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Yogyakarta.

“Alhamdulillah hari ini kita telah melaksanakan jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti yang menjadi pusaka Pemerintah Kota Yogyakarta,” ujarnya.

"Ini adalah tradisi yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bentuk nguri-uri atau melestarikan kebudayaan yang telah diwariskan kepada kita," imbuh Wawan.

Tahun ini menjadi momen yang cukup istimewa bagi Wawan. Pasalnya, untuk pertama kalinya ia memimpin langsung prosesi jamasan tersebut.

Ia menggantikan Wali Kota Yogyakarta yang berhalangan hadir karena harus menghadiri agenda pemerintahan lainnya pada waktu yang bersamaan.

Saat mengikuti proses pembersihan bilah tombak, Wawan mengaku terkesan dengan keindahan pamor yang muncul setelah pusaka dibersihkan.

Garis-garis khas pada bilah tombak terlihat semakin jelas dan memancarkan keindahan yang menunjukkan tingginya kualitas karya para empu pada masa lampau.

“Ketika dibersihkan, pamornya terlihat sangat indah. Garis-garis pada bilah tombak semakin jelas terlihat,” katanya.

"Ini membuktikan betapa luar biasanya kemampuan para empu zaman dahulu dalam menciptakan karya yang tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga sarat makna," sambung Wawan.

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa nama 'Wijaya Mukti' bukan sekadar sebutan bagi sebuah pusaka.

Nama tersebut mengandung harapan dan doa agar Kota Yogyakarta senantiasa memperoleh kejayaan, kemajuan, serta mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Menurutnya, makna kemenangan dan kemuliaan yang terkandung dalam nama pusaka tersebut harus menjadi semangat bagi seluruh jajaran pemerintah dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Filosofinya adalah bagaimana Yogyakarta terus berjaya, berkembang, dan memberikan kemaslahatan. Tujuan akhirnya adalah masyarakat dapat hidup dengan aman, nyaman, dan sejahtera,” imbuhnya.

Tradisi jamasan sendiri memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar membersihkan benda pusaka.

Dalam budaya Jawa, jamasan menjadi simbol penyucian diri sekaligus momentum refleksi bagi pemimpin dan masyarakat untuk kembali mengingat nilai-nilai pengabdian, keteladanan, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.

Filosofi yang terkandung dalam prosesi ini erat kaitannya dengan konsep Manunggaling Kawula-Gusti, yaitu harmonisasi hubungan antara pemimpin, rakyat, dan Tuhan.

Nilai tersebut menjadi landasan penting dalam kehidupan sosial masyarakat Yogyakarta yang menjunjung tinggi keseimbangan, kebersamaan, dan gotong royong.

Sementara Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang mendampingi prosesi jamasan, Victor Mukhammadenis Hidayatullah, menjelaskan bahwa Tombak Kyai Wijaya Mukti merupakan pusaka yang diberikan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada Pemerintah Kota Yogyakarta pada tahun 2000.

Pemberian pusaka tersebut bukan tanpa alasan. Tombak itu menjadi simbol amanah kepemimpinan sekaligus pengingat bagi pemerintah agar selalu mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Tombak Kyai Wijaya Mukti merupakan simbol amanah dari Keraton kepada Pemerintah Kota Yogyakarta. Pusaka ini mengingatkan bahwa kejayaan yang sesungguhnya hanya bisa dicapai melalui kerja keras, dedikasi, dan pengabdian yang tulus,” jelas Victor.

Ia menambahkan bahwa pusaka tersebut memiliki dapur Tumenggung Urup dengan pamor Pengkondisen dan diperkirakan dibuat pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.

Dari sisi sejarah, keberadaan tombak ini menjadi salah satu bukti tingginya peradaban dan tradisi keris serta perpusakaan Jawa yang berkembang di lingkungan Keraton Yogyakarta.

Secara fisik, Tombak Kyai Wijaya Mukti memiliki panjang sekitar 2,5 meter. Meski telah berusia lebih dari satu abad, kondisinya tetap terawat berkat perawatan rutin yang dilakukan melalui prosesi jamasan setiap tahun.

Dalam proses perawatannya digunakan bahan-bahan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun, seperti air jeruk, minyak wangi, dan larutan khusus untuk melindungi bilah pusaka dari korosi maupun kerusakan akibat faktor lingkungan.

Perawatan berkala tersebut diyakini mampu menjaga kualitas dan keawetan pusaka sehingga dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.

Melalui pelaksanaan jamasan Pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti, Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya yang menjadi identitas daerah.

Tidak hanya merawat benda pusaka sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, mulai dari semangat pengabdian, kepemimpinan yang bijaksana, hingga tekad untuk terus membangun Yogyakarta yang aman, nyaman, dan semakin berjaya di masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.