Kekeringan Diprediksi Tinggi Tahun Ini, Distribusi Air Bersih di Bantul Sudah Capai 185 Ribu Liter
Berdasarkan prakiraan musim kemarau 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul berpotensi mengalami kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran lahan.
JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyebut tingkat kekeringan pada musim kemarau 2026 tergolong tinggi dan diperkirakan hampir sama dengan kondisi pada 2023.
Hingga pertengahan Juli 2026, BPBD telah menyalurkan 185.000 liter air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan perkembangan kekeringan tahun ini menunjukkan pola yang hampir sama dengan 2023.
"Saat itu ada 11 kapanewon yang membutuhkan droping air bersih. Sekarang baru empat kapanewon, dan kami memperkirakan musim hujan mulai datang pada Oktober," kata Antoni, Kamis (16/7/2026).
Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan air bersih, BPBD Bantul menyiapkan anggaran sekitar Rp 20 juta yang dapat digunakan untuk mendukung distribusi hingga 400 tangki air.
Apabila kebutuhan terus bertambah, BPBD akan menggandeng PMI, Kalyana, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) jika anggaran yang tersedia tidak mencukupi.
Berdasarkan prakiraan musim kemarau 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul, terutama kawasan perbukitan dan dataran tinggi, berpotensi mengalami kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran lahan.
Hingga 13 Juli 2026, BPBD telah mendistribusikan 185.000 liter air bersih.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penyaluran sebelumnya sebanyak 165.000 liter yang kemudian bertambah 20.000 liter untuk Kalurahan Guwosari.
Distribusi air bersih telah menjangkau empat kapanewon, yakni Dlingo sebanyak 85.000 liter (17 tangki), Pajangan 50.000 liter (10 tangki), Pundong 25.000 liter (5 tangki), dan Imogiri 5.000 liter (1 tangki).
Sementara itu, Kalurahan Guwosari memperoleh tambahan bantuan sebanyak 20.000 liter.
Secara keseluruhan, distribusi dilakukan menggunakan 33 tangki, terdiri atas 5 tangki milik BPBD, 14 tangki PMI, 8 tangki Tagana, dan 6 tangki bantuan donasi.
Bantuan tersebut telah menjangkau empat kapanewon, enam kalurahan, tujuh dusun, dengan total penerima manfaat mencapai 306 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.387 jiwa. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

