Sleman Siap Sambut Ramadan 1447 H: Keamanan Diperketat, Harga Terkendali, Pendidikan Tetap Optimal
Pemkab Sleman siap sambut Ramadan 1447 H: pengamanan diperketat, stok pangan diawasi, operasi pasar disiapkan, pembelajaran disesuaikan agar ibadah tetap nyaman.
SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah dengan memastikan keamanan wilayah, stabilitas harga bahan pokok, serta kelangsungan pendidikan yang berkualitas. Berbagai langkah strategis telah disiapkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan kondusif.
Komitmen tersebut disampaikan dalam jumpa pers bertema “Ramadan Aman, Harga Terkendali, Pendidikan Tetap Berkualitas” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/2/2026).
Tiga perangkat daerah hadir sebagai narasumber, yakni Kepala Satpol PP Sleman Indra Darmawan, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sleman Heri Setyawati, serta Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Sleman Akhmad Ritaudin.
Pengamanan Ditingkatkan Selama Ramadan
Kepala Satpol PP Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, menyampaikan bahwa pengawasan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat akan diintensifkan sepanjang Ramadan.
Pengaturan jam operasional tempat hiburan, restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan mengacu pada Peraturan Bupati Sleman tentang penyelenggaraan usaha selama Ramadan dan Idul Fitri, sebagaimana diperbarui melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 9 Tahun 2025.
Satpol PP akan menggelar patroli rutin, memberikan pembinaan kepada pelaku usaha, serta berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif, namun tetap tegas terhadap pelanggaran. Tujuannya agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” ujar Indra.
Stok Bahan Pokok Aman, Pemkab Siap Gelar Operasi Pasar
Dari sisi perekonomian, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sleman, Heri Setyawati, memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayah Sleman dalam kondisi aman dan mencukupi.
Pemantauan telah dilakukan di pasar tradisional, ritel modern, distributor, hingga gudang penyimpanan. Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus memantau pergerakan harga dan distribusi guna menjaga stabilitas menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok tersedia dan distribusi berjalan lancar,” jelas Heri.
Jika terjadi lonjakan harga signifikan, Pemkab Sleman siap menggelar operasi pasar maupun pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pembelajaran Selama Ramadan Disesuaikan
Sementara itu, dari sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman telah menyiapkan penyesuaian kegiatan belajar mengajar selama Ramadan 2026.
Akhmad Ritaudin menjelaskan, pembelajaran tatap muka dijadwalkan berlangsung mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026 dengan penyesuaian durasi jam pelajaran. Untuk jenjang SD dan SMP, setiap jam pelajaran dikurangi lima menit.
Selain kegiatan intrakurikuler, sekolah juga didorong mengadakan program penguatan karakter, literasi keagamaan, pesantren kilat, serta kegiatan sosial guna menumbuhkan kepedulian dan toleransi.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur dengan sistem distribusi terjadwal serta pengawasan kualitas gizi.
“Kami ingin memastikan proses pendidikan tetap optimal dengan suasana yang adaptif, sekaligus menanamkan nilai toleransi dan kepedulian sosial,” papar Akhmad.
Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menghadirkan suasana Ramadan yang aman, tertib, dan kondusif, dengan stabilitas ekonomi terjaga serta layanan pendidikan yang tetap berkualitas bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


