PMK Mengintai DIY, Pemkot Yogyakarta Gercep Vaksinasi Ternak demi Lindungi Sapi dan Domba
TIMES Jogja/PMK Mengintai DIY, Pemkot Yogyakarta gerak cepat lakukan vaksinasi ternak sapi dan domba. (FOTO: Pemkot Jogja)

PMK Mengintai DIY, Pemkot Yogyakarta Gercep Vaksinasi Ternak demi Lindungi Sapi dan Domba

Deskripsi: Pemkot Yogya gencarkan vaksinasi PMK pada ternak sapi, kambing, domba sebagai langkah pencegahan dini.

TIMES Jogja,Rabu 4 Februari 2026, 09:02 WIB
8.5K
S
Soni Haryono

YOGYAKARTAAncaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali membayangi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogya memilih tak ambil risiko. Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, vaksinasi PMK pada ternak sapi, kambing, dan domba digencarkan sebagai langkah pencegahan dini.

Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya kasus PMK di sejumlah kabupaten sekitar Kota Yogya. Vaksinasi ternak dilakukan untuk memperkuat kekebalan hewan sekaligus mencegah potensi penularan akibat lalu lintas ternak dari luar daerah.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, drh. Imam Abror, menegaskan bahwa vaksinasi PMK menjadi benteng utama agar Kota Yogya tetap bebas dari wabah yang merugikan peternak tersebut.

“Ini langkah preventif. Kasus PMK di beberapa kabupaten di DIY kembali meningkat, sehingga kami tidak ingin kecolongan. Ternak dari luar daerah berpotensi menularkan PMK jika tidak diantisipasi,” ujar drh. Imam, Rabu (4/1/2026).

Ratusan Dosis Disiapkan, Sapi Yogya Jadi Prioritas

Dalam pelaksanaan vaksinasi PMK di wilayah Bener, petugas menyasar 9 ekor sapi dan 19 ekor domba. Mayoritas sapi menerima vaksin lanjutan atau booster PMK, sementara domba lebih banyak mendapatkan vaksin dosis pertama.

Secara keseluruhan, program vaksinasi PMK di Kota Yogyakarta dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Februari 2026. Dinas Pertanian dan Pangan menyiapkan sekitar 120 dosis vaksin, dengan sasaran 40 ekor sapi serta 160 ekor kambing dan domba yang tersebar di sejumlah wilayah.

Petugas medik veteriner bahkan harus berjibaku di lapangan. Beberapa ternak terlihat berontak saat disuntik, sehingga proses vaksinasi membutuhkan ketelatenan dan kerja sama agar berjalan aman.

PMK Turunkan Produktivitas, Peternak Bisa Rugi Besar

PMK merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus Aphthovirus dan menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, dan domba. Gejala PMK antara lain luka pada mulut dan kaki, pincang, sulit berdiri, hingga kuku yang bisa terlepas.

Meski tingkat kematian akibat PMK relatif rendah, dampak ekonominya sangat besar bagi peternak.

“Hewan memang jarang mati, tapi rasa sakitnya tinggi. Nafsu makan turun, berat badan menyusut, produktivitas anjlok. Di situlah kerugian peternak terjadi,” jelas drh. Imam.

Selain vaksinasi ternak, Pemkot Yogya juga mengimbau peternak agar lebih berhati-hati dalam membeli sapi, kambing, atau domba dari luar daerah. Untuk sementara, peternak disarankan menunda pembelian ternak guna mencegah potensi penularan PMK.

Jika pembelian tak bisa dihindari, ternak wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan segera dilaporkan ke petugas untuk pemeriksaan lanjutan.

“Kalau terpaksa membeli, harus ada surat kesehatan hewan. Setelah itu lapor ke petugas supaya bisa langsung dicek kondisinya,” tegasnya.

Peternak Sambut Positif Vaksinasi PMK

Program vaksinasi PMK ini mendapat sambutan hangat dari para peternak. Banardi, Ketua Kelompok Ternak Sapi Tri Handani Rejo di Bener, mengaku vaksinasi booster PMK sangat membantu menjaga kesehatan sapi-sapinya.

“Kami sangat mendukung vaksinasi PMK ini. Apalagi sekarang kasus PMK di daerah lain naik lagi. Kami rutin jaga kebersihan kandang dan kesehatan ternak supaya tidak tertular,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan peternak domba setempat, Dede Nugroho. Ia berharap vaksinasi PMK mampu melindungi ternaknya dari wabah penyakit.

“Biar tidak kena PMK, biar sehat semua,” katanya singkat.

Pemkot Yogyakarta Ajak Peternak Aktif Cegah PMK

Pemkot Yogyakarta mengajak seluruh peternak dan masyarakat yang memiliki ternak untuk aktif melapor ke Dinas Pertanian dan Pangan agar bisa mendapatkan vaksin PMK. Kolaborasi antara pemerintah dan peternak dinilai menjadi kunci agar Kota Yogya tetap aman dari ancaman PMK.

Dengan vaksinasi ternak yang masif dan pengawasan lalu lintas hewan yang ketat, Pemkot Yogya optimistis kesehatan sapi, kambing, dan domba tetap terjaga, sekaligus melindungi kesejahteraan peternak dari potensi kerugian besar akibat PMK. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.