https://jogja.times.co.id/
Berita

Beji Sentra Blangkon Nusantara: Warisan Budaya Sleman yang Terus Bertahan

Minggu, 30 November 2025 - 07:14
Beji Sentra Blangkon Nusantara: Warisan Budaya Sleman yang Terus Bertahan Suasana para perajin blangkon Dukuh Beji saat proses pembuatan blangkon. (FOTO: A. Tulung/TIMES Indonesia)

TIMES JOGJA, SLEMAN – Keberadaan Dusun Beji, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Sleman, bukan sekadar kampung biasa. Di balik lorong-lorongnya, tersimpan jejak sejarah panjang para perajin blangkon yang tetap bertahan hingga kini dan bahkan mengirimkan karya mereka hingga mancanegara.

Pada Sabtu (29/11/2025), para tokoh dan pelaku usaha berkumpul dalam acara menelusuri kearifan lokal Sleman di Kampung Blangkon Beji dan Klinting Ngawen, mengangkat kembali potensi ekonomi sekaligus pelestarian budaya.

Kesuksesan Dusun Beji sebagai sentra blangkon tidak terlepas dari sosok almarhum Sumoprawiro, pencetus kerajinan blangkon di desa tersebut sejak era pendudukan Jepang. Jejaknya diteruskan oleh para generasi penerus, salah satunya Muhammad Khoirudin (75), yang sudah menggeluti profesi ini sejak tahun 1965.

“Saya mulai ikut membuat blangkon sejak usia 16 tahun, belajar langsung dari Pakde Sumoprawiro. Sampai sekarang jenis Modang ukuran 50 cm masih paling banyak dicari,” kata Khoirudin.

Blangkon buatan Beji dikenal memiliki kualitas tinggi dan menjadi langganan Keraton Yogyakarta sejak masa Sultan HB IX, bahkan pernah dipesan untuk abdi dalem dalam jumlah 1.500 buah. Pesanan juga datang dari figur publik, salah satunya pesanan 275 blangkon dari artis Raffi Ahmad untuk suvenir pernikahannya.

“Waktu itu pesan 275 blangkon dalam dua bulan. Sempat mau tambah 40 lagi tapi saya tidak sanggup,” kenang Khoirudin.

Produk para perajin Beji kini telah dipasarkan hingga Kalimantan, Malaysia, Jepang, bahkan Suriname. Harga blangkon bervariasi mulai Rp50.000 ribu hingga Rp125 ribu untuk varian yang paling laris.

Perajin-blangkon-Dukuh-Beji.jpg

Tampilan sejumlah blangkon yang sudah siap dipasarkan dengan berbagai motif dan ukuran. (FOTO: A. Tulung/TIMES Indonesia)

Menurut Arif Sukarahmawan, pengurus paguyuban perajin blangkon, saat ini terdapat lebih dari 14 perajin aktif di Dusun Beji yang memproduksi blangkon gaya Yogyakarta Mataram.

“Pemasarannya sudah merata. Sekarang rata-rata perajin sudah menjual secara online dan pembeli datang dari seluruh Indonesia hingga Malaysia,” jelas Arif.

Namun demikian, Arif menyoroti masalah regenerasi dan ketiadaan hak paten atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada produk blangkon Beji. “HKI dan regenerasi adalah tantangan terbesar. Anak-anak muda belum tertarik terjun ke kerajinan ini,” tambahnya.

Nah, harapan pembangunan showroom juga mengemuka agar semua karya perajin dapat dipamerkan dalam satu lokasi.

Sejalan dengan itu, Dukuh Beji, Warsidi menyampaikan bahwa upaya perlindungan karya perajin blangkon semakin mendesak. Ia mengungkapkan bahwa dua bulan lalu pihaknya menerima kunjungan dari DPRD Kota Yogyakarta yang merekomendasikan agar blangkon produksi Beji segera memperoleh hak paten.

“Jika blangkon sudah memiliki hak paten, pemasaran akan jauh lebih aman karena terlindungi secara hukum. Kami berharap kehadiran media hari ini turut berdampak positif pada peningkatan penjualan,” ujar Warsidi.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Usaha Mikro Dinas Koperasi UKM Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih, SE., M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah setiap tahun sebenarnya menyediakan kuota HKI gratis bagi para pelaku usaha. Namun, informasi tersebut belum tersampaikan secara luas karena tidak semua pelaku UMKM aktif mengikuti kanal informasi resmi pemerintah.

“Selama ini yang paling cepat mengakses program HKI gratis adalah generasi muda karena mereka aktif di media sosial. Padahal kuotanya terbatas,” ungkap Sri Wahyuni.

Ia menambahkan bahwa proses penerbitan HKI kini jauh lebih cepat dibanding sebelumnya.

“Dulu HKI baru terbit minimal dua tahun, sekarang hanya dalam hitungan bulan. Pemerintah pusat sudah melakukan inovasi demi peningkatan pelayanan bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Terkait harapan pembangunan showroom blangkon, Sri Wahyuni menyebut saat ini telah tersedia Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman sebagai salah satu ruang pengenalan produk. Selain itu, rencana pembangunan galeri UMKM di wilayah Minggir juga dapat menjadi ruang pemasaran bagi kelompok perajin blangkon Beji. (*)

Pewarta : A. Tulung
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.