Mahasiswa Dilibatkan dalam Brigade Pangan dan Hilirisasi Pertanian
TIMES Jogja/Audiensi Menteri Pertanian dengan sejumlah organisasi mahasiswa seperti GMNI, KAMMI, HMI, dan lainnya di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026). (Foto: Humas Kementan RI)

Mahasiswa Dilibatkan dalam Brigade Pangan dan Hilirisasi Pertanian

Mentan Andi Amran Sulaiman menggandeng organisasi mahasiswa untuk memperkuat Brigade Pangan, cetak sawah, dan hilirisasi pertanian demi mendorong ekonomi rakyat.

TIMES Jogja,Jumat 20 Februari 2026, 13:45 WIB
3.4K
F
Ferry Agusta Satrio

JAKARTAMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggandeng berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan untuk memperkuat program strategis Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kolaborasi ini mencakup Brigade Pangan, program cetak sawah, pengembangan komoditas perkebunan, hingga hilirisasi produk pertanian.

Audiensi berlangsung di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (19/2/2026), dengan melibatkan sejumlah organisasi seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, Pelajar Islam Indonesia, Pandu Tani Indonesia, Korps HMI Wati, dan Himpunan Mahasiswa Islam.

Amran menegaskan, pembangunan pertanian nasional membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi kunci percepatan sektor pertanian.

“Semua ikut bantu negara. Kita ingin ekonomi digerakkan oleh pemuda Indonesia. Tanpa kolaborasi, pertanian tidak akan maju,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (20/2/2026).

Fokus Program Prioritas Pertanian

Dalam pertemuan tersebut, Mentan memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah. Salah satunya pengembangan komoditas perkebunan rakyat seluas lebih dari 800 ribu hektare dengan anggaran Rp9,9 triliun untuk kakao, mete, kelapa, kopi, dan komoditas lainnya.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah seluas 225 ribu hektare dengan dukungan anggaran Rp8 triliun. Program ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Amran menekankan seluruh program harus berjalan bersih dan profesional.

“Tidak ada fee, tidak ada calo. Ini gerakan ekonomi rakyat. Presiden ingin ekonomi berpihak kepada masyarakat. Koruptor harus digilas,” tegasnya.

Hilirisasi Jadi Kunci Nilai Tambah

Mentan Amran juga mendorong percepatan hilirisasi pertanian agar nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri. Ia mencontohkan komoditas kelapa yang selama ini diekspor mentah dengan nilai sekitar Rp1.300 per kilogram.

Menurutnya, jika kelapa diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO), nilainya bisa melonjak hingga Rp145.000 per kilogram.

“Kita tidak boleh lagi hanya ekspor bahan mentah. Kakao, mete, kelapa, semua harus dihilirisasi. Ini kesempatan emas untuk menguasai ekonomi kerakyatan,” katanya.

Ia pun mengajak kader mahasiswa di daerah yang memiliki lahan pertanian untuk segera terdata dan terhubung dengan program Kementan.

Wakil Menteri Pertanian menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan rakyat kecil. Karena itu, sektor pertanian harus menjadi instrumen redistribusi kesejahteraan.

“Pertumbuhan harus menjadi milik rakyat. Jangan sampai porsi rakyat kecil dimakan konglomerasi,” ungkapnya.

Dukungan Organisasi Mahasiswa

Dalam forum tersebut, organisasi mahasiswa menyatakan komitmen mendukung program Kementan. Ketua Umum KAMMI, Jundi, melaporkan kadernya telah menjalankan Brigade Pangan di Kalimantan Barat dengan peningkatan produktivitas panen hingga 5 ton per hektare.

Selain itu, kelompok peternak ayam petelur binaan kader KAMMI mulai memasok telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami apresiasi capaian swasembada pangan dalam satu tahun. Seluruh kader siap perang melawan mafia dan koruptor yang menghalangi upaya swasembada pangan,” tegas Jundi.

Organisasi lain seperti HMI, KOHATI, PII, GMNI, PATANI, dan BKPRMI juga menyatakan kesiapan mengawal Brigade Pangan, cetak sawah, serta pengembangan komoditas perkebunan guna memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Ferry Agusta Satrio
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.