Harga Cabai Rawit Merah di Bantul Tembus Rp 94.000 per Kilogram
Decara umum harga kebutuhan pokok di Bantul masih relatif stabil. Namun, cabai rawit merah mengalami kenaikan cukup signifikan.
Bantul – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar di Kabupaten Bantul melonjak tajam hingga menembus Rp94.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi yang paling menonjol dibandingkan komoditas bahan pokok lainnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DUMKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, mengatakan secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Namun, cabai rawit merah mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Berdasarkan pantauan harga terbaru, cabai rawit merah mencapai Rp94.000 per kilogram dan menjadi komoditas dengan kenaikan paling menonjol,” kata Prapta, Jumat (13/3/2026)
Sementara itu, beberapa bahan pokok lainnya justru menunjukkan tren harga yang relatif stabil bahkan menurun. Harga beras SPHP tercatat Rp12.500 per kilogram, beras medium Rp12.960 per kilogram, minyak goreng curah Rp17.920 per kilogram, daging sapi Rp138.000 per kilogram, daging ayam Rp38.600 per kilogram, dan telur ayam Rp28.400 per kilogram.
Adapun harga cabai keriting berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, sedangkan cabai hijau sekitar Rp56.000 per kilogram.
Menurut Prapta, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi faktor iklim yang berdampak pada produksi di tingkat petani. Meski demikian, pihaknya memastikan pasokan cabai di pasar masih tersedia.
“Dari informasi dinas pertanian, produksi cabai masih berlangsung sehingga ketersediaan di pasar tetap terjaga,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran juga turut memicu kenaikan harga cabai rawit merah.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan sejumlah langkah, di antaranya menggelar operasi pasar untuk komoditas gula pasir dan minyak goreng, serta pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


