https://jogja.times.co.id/
Ekonomi

Outlook Ekonomi DIY 2026 Tetap Cerah, BI Dorong UMKM Tembus Pasar Eropa

Minggu, 01 Februari 2026 - 10:48
Outlook Ekonomi DIY 2026 Tetap Cerah, BI Dorong UMKM Tembus Pasar Eropa Suasana talk show bisnis yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY di Hotel Alana Yogyakarta, Sleman. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)

TIMES JOGJA, YOGYAKARTA – Bank Indonesia (BI) menilai prospek perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2026 masih berada di jalur positif. Inflasi dinilai tetap terkendali, sementara pertumbuhan ekonomi daerah diproyeksikan bertahan kuat di tengah dinamika global yang penuh tantangan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan bahwa kondisi inflasi DIY masih dalam batas aman. Pada Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 3,1 persen, masih berada dalam rentang sasaran pengendalian.

“Inflasi DIY memang menjadi hal yang perlu kita cermati, namun sampai Desember 2025 masih berada dalam rentang yang terkendali,” ujar Sudibyo dalam talk show bisnis yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY di Hotel Alana Yogyakarta, Sleman, Sabtu (31/1/2026).

Dalam paparannya, Sudibyo menekankan pentingnya penguatan UMKM, akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, serta perluasan pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa. Menurutnya, pasar Eropa masih menyimpan potensi besar bagi produk-produk unggulan DIY.

Ia mendorong pelaku usaha agar tidak hanya bergantung pada pasar ekspor tradisional, melainkan mulai berorientasi pada kebutuhan konsumen global.

“Pasar Eropa masih sangat terbuka, terutama bagi produk unggulan DIY. Ini penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor yang selama ini sudah ada,” tegasnya.

Produk Unggulan DIY Dinilai Siap Bersaing

Sejumlah komoditas unggulan DIY dinilai memiliki peluang besar menembus pasar Eropa. Di antaranya furnitur, kerajinan, batik dan tekstil, serta produk makanan olahan. Produk-produk tersebut dinilai memiliki kualitas yang baik dengan biaya produksi yang relatif kompetitif.

Meski demikian, Sudibyo mengingatkan bahwa persaingan di pasar Eropa tidak ringan. Negara-negara seperti Vietnam dan India telah lebih dahulu menguasai ceruk pasar tertentu.

“Persaingan menjadi tantangan utama. Karena itu, produk DIY harus terus meningkatkan kualitas dan efisiensi agar mampu bersaing di pasar global,” tandasnya.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi DIY pada 2026 berada di kisaran 5 persen, seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global. Sementara itu, inflasi diperkirakan tetap terjaga di rentang 2,5–3,1 persen.

Beberapa faktor yang diperkirakan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi DIY antara lain:

  • peningkatan konektivitas antarwilayah,
  • kelancaran distribusi logistik,
  • kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK),
  • serta munculnya peluang ekspor baru.

Adapun faktor yang berpotensi menahan laju pertumbuhan meliputi daya saing investasi yang belum optimal, serta risiko kenaikan harga akibat dinamika politik dan ekonomi global.

Inflasi Dijaga Lewat Subsidi dan Efisiensi Produksi

Terkait pengendalian inflasi, Sudibyo menjelaskan bahwa sejumlah faktor penahan berasal dari subsidi listrik, BBM, dan LPG, beroperasinya proyek investasi strategis, penguatan kerja sama antardaerah, serta efisiensi biaya produksi sektor pertanian.

Sementara faktor pemicu inflasi antara lain volatilitas harga komoditas global, peningkatan impor, penyesuaian harga di sektor tertentu, serta kenaikan biaya pendidikan.

Penguatan UMKM Jadi Pilar Utama Ekonomi Daerah

BI menegaskan bahwa UMKM menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi DIY. Ribuan UMKM terus didampingi agar mampu naik kelas, berdaya saing, dan berorientasi ekspor.

Sinergi antara BI, pemerintah daerah, KADIN, serta dunia usaha terus diperkuat guna mendorong investasi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi daerah.

“Pengembangan UMKM di DIY dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar benar-benar menjadi penopang ekonomi daerah,” jelas Sudibyo.

LPS: Ekonomi DIY Konsisten di Atas Rata-rata Nasional

Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi DIY secara konsisten berada di atas rata-rata nasional. Kondisi ini terutama ditopang oleh sektor konstruksi dan proyek-proyek strategis.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seperti Tol Jogja–Solo dan Jogja–Bawen menjadi motor utama penggerak ekonomi daerah. Selain itu, literasi keuangan dan penguatan sektor perbankan daerah juga dinilai krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi.

GKR Mangkubumi Tekankan Kolaborasi dan Investasi Ramah Lingkungan

Ketua KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi DIY yang berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa program kerja KADIN harus selaras dengan kebijakan pemerintah serta visi-misi Presiden.

“Program-program ini perlu kita rumuskan bersama dengan sebaik-baiknya. Ini menjadi tantangan kita semua ke depan,” ujar GKR Mangkubumi.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya selektivitas dalam menerima investasi. Menurutnya, DIY membutuhkan investor, namun harus investor yang ramah lingkungan dan berpihak kepada masyarakat.

“Kita perlu investor, tapi tentunya investor yang tidak merusak lingkungan dan mampu membangun bersama masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” tegasnya.

Struktur Organisasi Baru KADIN DIY Diperkuat

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KADIN DIY Masa Bhakti 2025–2030, Tim Apriyanto, menyampaikan bahwa kepengurusan periode ini menghadirkan pembaruan signifikan dalam struktur organisasi.

Struktur baru tersebut dirancang untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat sinergi lintas bidang menghadapi tantangan dunia usaha yang semakin kompleks.

Kepengurusan KADIN DIY periode ini terdiri dari 10 orang Dewan Penasihat, 11 orang Dewan Pertimbangan, serta penambahan bidang strategis seperti ekonomi syariah, investasi, ekonomi hijau, industri kreatif, serta kelautan dan sumber daya maritim.

“Dalam kepengurusan ini terdapat empat Wakil Ketua Umum Koordinator dan total 68 komite tetap yang akan dilantik,” jelas Tim Apriyanto. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.