https://jogja.times.co.id/
Berita

Revitalisasi Warisan Budaya, Griya Batik Jogja Bangkit Lagi

Minggu, 01 Februari 2026 - 11:22
Griya Batik Jogja Bangkit Lagi: Revitalisasi Warisan Budaya, Jembatan Batik dari Tradisi ke Generasi Muda Griya Batik Jogja jaga warisan budaya. (FOTO: Pemda DIY)

TIMES JOGJA, YOGYAKARTA – Di balik tembok bangunan tua di Jalan Patehan Lor Nomor 34, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, denyut sejarah kembali bernafas. Griya Batik Jogja kini tak lagi sekadar bangunan berumur, melainkan ruang hidup tempat masa lalu dan masa depan batik Jogja saling bertaut.

Melalui program revitalisasi yang berlangsung sepanjang Februari hingga Desember 2024, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menghidupkan kembali Griya Batik sebagai pusat aktivitas budaya sekaligus ekonomi kreatif berbasis batik. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga batik tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Revitalisasi Griya Batik tidak hanya menyasar pembaruan fisik bangunan. Konsep pengembangannya dirancang menyeluruh agar bangunan ini kembali berfungsi sebagai ruang yang aman, sehat, nyaman, dan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Lebih dari itu, Griya Batik disiapkan sebagai ruang inklusif yang terbuka bagi perajin, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat umum.

Ke depan, Griya Batik Jogja diproyeksikan bertransformasi menjadi mini museum, showroom, sekaligus workshop batik. Di dalamnya, batik tidak hanya dipamerkan sebagai artefak budaya, tetapi juga dipelajari, diproduksi, dan diwariskan. Pengunjung dapat menyaksikan proses kreatif batik dari tangan para perajin berpengalaman, sekaligus melihat keterlibatan generasi muda yang mulai mengenal canting dan filosofi di balik setiap motif.

Program revitalisasi ini didukung Dana Keistimewaan DIY dengan total anggaran sebesar Rp871.625.900. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pekerjaan konstruksi, penyediaan interior, hingga penyusunan dokumen perencanaan pengembangan jangka panjang. Dukungan pendanaan ini menjadi fondasi penting agar Griya Batik mampu beroperasi optimal sebagai pusat rujukan batik di Yogyakarta.

Keberadaan Griya Batik semakin menguat setelah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY secara resmi memperkenalkan Griya Batik Jogja Kota Batik Dunia. Langkah ini sekaligus menegaskan kembali posisi Yogyakarta yang telah ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia oleh World Craft Council (WCC) sejak 2014. Status internasional tersebut bukan hanya prestasi, tetapi juga tanggung jawab untuk terus merawat dan mengembangkan batik sebagai identitas budaya.

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawati, menegaskan bahwa predikat Kota Batik Dunia mendorong kolaborasi lintas sektor semakin erat. Sinergi antara Pemda DIY, Dekranasda DIY, komunitas batik, hingga para pengrajin menjadi kunci agar batik Jogja tidak hanya lestari, tetapi juga berdaya saing global.

“Griya Batik diharapkan menjadi simbol diplomasi budaya Yogyakarta. Tidak hanya merepresentasikan kekuatan batik Jogja di mata dunia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” ujar, Minggu (1/2/2026).

Lebih jauh, revitalisasi Griya Batik dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat nilai sejarah, tradisi, dan budaya Yogyakarta. Berbagai aktivitas pameran, edukasi, hingga produksi batik yang terintegrasi di satu ruang diharapkan mampu memberdayakan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sektor batik, sekaligus menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

Ke depan, Griya Batik Jogja Kota Batik Dunia diproyeksikan menjadi pusat edukasi batik bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda. Beragam koleksi batik dari Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman akan ditampilkan, dilengkapi ruang belajar yang membumikan nilai filosofis batik Jogja—dari makna motif hingga proses penciptaannya.

Dari canting ke generasi, dari tradisi ke inovasi, Griya Batik Jogja hadir sebagai jembatan yang merawat warisan leluhur sekaligus menatap masa depan. Sebuah ruang di mana batik tidak hanya dikenang, tetapi terus hidup dan berkembang di tanah asalnya. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.