https://jogja.times.co.id/
Ekonomi

Sri Sultan Tegaskan Peran KADIN DIY sebagai Penggerak Ekonomi Daerah, Dorong UMKM hingga Investasi Hijau

Minggu, 01 Februari 2026 - 09:54
Sri Sultan Tegaskan Peran KADIN DIY sebagai Penggerak Ekonomi Daerah Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi saat pelantikan KADIN DIY Periode 2025-2030. (FOTO: A Riyadi/TIMES Indonesia)

TIMES JOGJA, YOGYAKARTA – style="text-align:justify">Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan posisi strategis Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY sebagai simpul kolaborasi dunia usaha dalam memperkuat struktur ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing di tengah dinamika global yang terus berubah.

Penegasan tersebut disampaikan Sri Sultan saat menghadiri Pelantikan Pengurus KADIN DIY Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Sleman, Sabtu (31/1/2026).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, serta dihadiri jajaran Forkopimda DIY, kepala perangkat daerah, pelaku usaha, hingga mitra strategis sektor publik dan swasta.

Dalam sambutannya, Sri Sultan menekankan bahwa KADIN memiliki peran penting sebagai jembatan kepentingan antara pengusaha kecil dan besar, sekaligus penghubung antara kebijakan pemerintah dan dunia usaha, serta antara potensi lokal dan peluang global. Dari peran tersebut, diharapkan tumbuh kepercayaan dan semangat gotong royong sebagai fondasi utama penguatan ekosistem ekonomi di DIY.

Sri Sultan berharap KADIN DIY mampu melahirkan lebih banyak local champion di sektor-sektor strategis, seperti pangan, UMKM, ekonomi kreatif, serta industri kecil dan menengah. Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dunia usaha itu seperti bambu. Ia luwes, tetapi tetap tegak meski diterpa angin perubahan. Dunia bergerak sangat cepat—rantai pasok bergeser, pola konsumsi berubah, teknologi berkembang tanpa jeda. Namun, kemajuan sejati tetap ditentukan oleh kepemimpinan, bukan semata mesin dan modal, melainkan kejernihan akal, ketajaman rasa, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan,” ujar Sri Sultan.

Lebih lanjut, Sri Sultan menegaskan bahwa kegagalan organisasi dalam memanfaatkan inovasi sering kali bukan disebabkan oleh keterbatasan teknologi, melainkan oleh ketidakmampuan pemimpin dalam menata ulang proses kerja, budaya organisasi, serta kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, perubahan sejatinya selalu berawal dari kepemimpinan yang visioner dan adaptif.

Sri Sultan juga menggambarkan struktur ekonomi DIY sebagai satu kesatuan ekosistem yang saling terhubung. Menurutnya, ekonomi DIY tumbuh dari denyut kehidupan rakyat, dengan sektor pangan sebagai akar ketahanan, pariwisata sebagai wajah peradaban, ekonomi kreatif sebagai jiwa, serta manufaktur dan industri kecil sebagai otot penggerak kesejahteraan.

“Ketika seluruh elemen itu bergerak selaras, maka akan terbentuk tubuh ekonomi DIY yang utuh dan tangguh,” tuturnya.

Dalam konteks pemberdayaan UMKM, Sri Sultan menegaskan bahwa hal tersebut bukan sekadar program ekonomi, melainkan strategi kebudayaan dan investasi kemandirian masa depan. Nilai ini sejalan dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang tertuang dalam Tri Satya Brata, yakni menjaga lingkungan, memperkuat negara, serta memuliakan manusia melalui ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Menghadapi tantangan global, Sri Sultan menekankan pentingnya kepemimpinan dunia usaha yang kolaboratif, adaptif, dan mampu menjadikan organisasi sebagai ekosistem pembelajar sepanjang hayat. Ia pun mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus KADIN DIY yang baru dilantik.

“Amanah ini adalah panggilan untuk menjadikan dunia usaha DIY semakin tangguh, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, menyampaikan bahwa hingga saat ini KADIN DIY telah mendampingi sekitar 200 hingga 300 pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan penguatan kapasitas usaha. Selain itu, KADIN DIY juga secara aktif mendorong masuknya investasi hijau secara selektif dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kami berpesan kepada para investor yang masuk ke DIY agar tumbuh bersama masyarakat, menerapkan konsep investasi hijau, serta tidak menimbulkan polusi. DIY ingin berkembang bersama investor yang sejalan dan berkelanjutan,” tegas GKR Mangkubumi.

Ia menambahkan, KADIN DIY berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah DIY dalam mendukung RPJMD dan visi pembangunan Gubernur DIY, khususnya melalui penguatan peran dunia usaha, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, serta peningkatan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Dalam menjalankan perannya, KADIN DIY meneguhkan filosofi utama Yogyakarta sebagai landasan nilai dan etika organisasi, sejalan dengan moto KADIN.

Di sisi lain, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, memberikan apresiasi atas dukungan penuh Gubernur DIY terhadap peran KADIN. Menurutnya, KADIN DIY merupakan contoh organisasi yang harmonis dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Seperti yang diarahkan Sri Sultan, KADIN adalah simpul penghubung antara pelaku usaha besar dan kecil, global dan lokal, serta antara kebijakan dan dunia usaha. Dengan kepengurusan baru ini, kami berharap KADIN DIY semakin solid, bertumbuh, dan mampu menangkap peluang ke depan,” terangnya. (*)

Pewarta : A Riyadi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.