Yola Batik Kota Banjar Pertahankan Eksistensi dengan Corak Khas dan Inovasi
TIMES Jogja/Lalak Siti Malak menunjukan skillnya membatik. (FOTO: Istimewa)

Yola Batik Kota Banjar Pertahankan Eksistensi dengan Corak Khas dan Inovasi

Gerai Yola Batik Kota Banjar merayakan Hari Batik Nasional melalui pembuktian ketangguhan diri dalam menjaga eksistensi batik khas daerah. Caranya melalui inovasi dan karya-karya terbaru.

TIMES Jogja,Jumat 3 Oktober 2025, 15:16 WIB
441.2K
S
Sussie

BANJARDalam peringatan Hari Batik Nasional, Gerai Yola Batik Kota Banjar membuktikan ketangguhannya dalam menjaga eksistensi batik khas daerah melalui inovasi dan karya-karya terbaru.

Lalak Siti Malak, Owner Yola Batik, mengungkapkan bahwa 15 tahun perjalanan usahanya bukan sekadar tentang bisnis, melainkan komitmen kuat untuk melestarikan kekayaan lokal Kota Banjar.

"Usaha batik ini betul-betul untuk mempertahankan apa yang menjadi khas lokal daerah," ujar Lalak saat berbincang dengan wartawan, menekankan motivasinya yang mendalam untuk memastikan batik Banjar dikenal luas dan menjadi identitas Kota Banjar.

Filosofi di Balik Motif Khas

Yola Batik telah merancang sekitar 30 motif batik yang semuanya memiliki filosofi terkait kekayaan lokal Kota Banjar. Beberapa motif terbaru yang menjadi andalan meliputi:

  • Motif Gunung Sangkur yang menggambarkan keindahan alam Kota Banjar.
  • Motif Bata Merah yang terinspirasi dari elemen arsitektur tradisional.
  • Motif Buah Pepaya dan Belimbing dengan mengangkat ikon buah khas daerah Langensari.
  • Motif Kombinasi yang menggabungkan unsur-unsur lokal untuk kesan unik.
  • Motif Ranginang Daun Tarum yang terinspirasi makanan tradisional dan flora khas Banjar.
  • Motif Ebeg/Kuda Lumping terinspirasi dari kesenian tradisional Banjar.

Tantangan dan Dukungan

Lalak mengakui bahwa menjaga eksistensi batik lokal tidaklah mudah, namun kesungguhannya membuahkan hasil. Produk Yola Batik tidak hanya diterima di tingkat lokal, tapi juga nasional.

Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat untuk membantu batik khas Banjar menembus pasar global.

"Saya akan mempertahankan batik khas Kota Banjar. Setidaknya bisa menjadi oleh-oleh khas daerah. Saya jalani saja karena permintaan juga selalu ada," katanya optimis.

Pengakuan dari Pemerintah

Mantan Penjabat Wali Kota Banjar, Dr. Hj. Ida Wahida Hidayati, Lapas Banjar hingga Kapolres Banjar pernah mengunjungi Yola Batik dan Ghendies Batik, dua pusat pembuatan kerajinan batik di Kota Banjar.

Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pelestarian motif khas daerah. Ida mengajak masyarakat Banjar untuk membudayakan batik lokal sebagai identitas kota.

Dengan inovasi terus-menerus dan semangat melestarikan budaya, Yola Batik membuktikan bahwa batik khas Kota Banjar tetap relevan dan mampu bersaing di era modern. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Sussie
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.