Kampung Ramadan Jogokariyan 1447 H Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Yogyakarta Panen Berkah
TIMES Jogja/Kampung Ramadan Jogokariyan 1447 H diserbut ribuan pengunjung. (FOTO: Soni/TIMES Indonesia)

Kampung Ramadan Jogokariyan 1447 H Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Yogyakarta Panen Berkah

Kampung Ramadan Jogokariyan Yogyakarta dipadati ribuan pengunjung. Ratusan lapak UMKM kebanjiran pembeli, jadi destinasi favorit ngabuburit dan kuliner Ramadan 2026.

TIMES Jogja,Jumat 20 Februari 2026, 09:22 WIB
3K
S
Soni Haryono

YOGYAKARTAMemasuki hari-hari awal Ramadan 1447 Hijriah, Kampung Ramadan Jogokariyan di kawasan Masjid Jogokariyan Yogyakarta kembali dipadati ribuan pengunjung. Sejak pukul 16.00 WIB, arus masyarakat mulai mengalir memenuhi area plaza dan ruas jalan sekitar masjid untuk berburu takjil hingga menu berbuka puasa.

Cuaca yang cerah semakin menambah semarak suasana. Anak-anak terlihat antusias memilih jajanan favorit, sementara para orang tua sibuk berburu menu berbuka. Aroma aneka kuliner khas Ramadan berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang terdengar dari pengeras suara masjid, menciptakan atmosfer religius sekaligus hangat khas Jogja.

Salah satu momentum paling ramai sejak pembukaan Kampung Ramadan ke-22 beberapa hari lalu. Banyak warga memanfaatkan momen akhir pekan untuk berburu kuliner sekaligus ngabuburit bersama keluarga.

Panitia mencatat, jumlah pengunjung hari ini meningkat signifikan dibanding hari sebelumnya. Parkir kendaraan di sekitar kawasan Jogokariyan bahkan terlihat penuh sebelum waktu berbuka.

“Kami melihat peningkatan pengunjung yang cukup tinggi hari ini, apalagi ini Jumat. Biasanya memang lebih ramai,” ujar salah satu panitia di lokasi, Jumat (20/2/2026).

Kampung Ramadan Jogokariyan tahun ini menghadirkan 413 lapak, dengan 248 di antaranya merupakan pelaku usaha warga Kampung Jogokariyan. Sisanya diisi pedagang dari berbagai wilayah di Yogyakarta dan sekitarnya.

UMKM Lokal Raup Omzet Meningkat

Ramainya pengunjung membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka ludes bahkan sebelum azan magrib berkumandang.

Agus, penjual Lumpia Beef yang lapaknya berada di salah satu titik strategis, mengaku bersyukur dengan lonjakan pembeli hari ini.

“Alhamdulillah, hari ini ramai sekali. Bahkan sebelum jam buka puasa beberapa menu sudah hampir habis,” katanya.

Menurutnya, kualitas rasa dan konsistensi pelayanan menjadi kunci untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat setiap tahun. Ia memilih fokus menjaga mutu produk dibanding terlibat perang harga.

Fenomena serupa juga dirasakan pedagang minuman segar, aneka gorengan, hingga jajanan unik yang banyak diminati anak-anak seperti kue jaring laba-laba. Beberapa lapak bahkan menerapkan sistem pre-order untuk mengantisipasi lonjakan pembeli.

Di tengah tingginya aktivitas ekonomi, isu kebersihan tetap menjadi perhatian utama. Panitia dan relawan terlihat aktif mengingatkan pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.

Sejumlah titik tempat sampah tambahan disediakan guna mengurangi penumpukan sampah plastik. Pengunjung juga mulai terlihat membawa tas belanja sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap pengurangan sampah sekali pakai.

“Kami terus mengimbau agar semua pihak menjaga kebersihan. Ramadan adalah bulan ibadah, dan kebersihan bagian dari iman,” ujar salah satu panitia.

Petugas kebersihan bergerak cepat setelah waktu berbuka untuk memastikan area tetap nyaman bagi jamaah yang akan melaksanakan salat tarawih.

Lebih dari Sekadar Pasar Takjil

Kampung Ramadan Jogokariyan bukan hanya pusat kuliner, tetapi juga ruang silaturahmi dan penguatan ekonomi umat. Setiap sore, kawasan ini menjadi titik temu lintas generasi dan latar belakang.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga merasakan atmosfer kebersamaan yang khas. Sebagian memilih duduk di pelataran masjid menunggu waktu berbuka, sementara lainnya berbincang santai di tepi jalan.

Konsep pemberdayaan berbasis masjid yang telah berjalan lebih dari dua dekade ini menjadikan Kampung Ramadan Jogokariyan sebagai model pergerakan ekonomi komunitas yang konsisten dan berkelanjutan.

Destinasi Favorit Ramadan 2026 di Jogja

Memasuki akhir pekan pertama Ramadan 1447 H, Kampung Ramadan Jogokariyan diprediksi akan terus dipadati pengunjung hingga menjelang Idulfitri. Kombinasi antara nilai religius, semangat gotong royong, serta geliat ekonomi lokal menjadi daya tarik utama.

Bagi warga Yogyakarta dan wisatawan yang ingin merasakan suasana Ramadan yang autentik, kawasan Jogokariyan kembali menjadi salah satu destinasi favorit tahun ini.

Dengan ratusan lapak aktif, ribuan pengunjung setiap hari, dan pengelolaan yang semakin tertata, Kampung Ramadan Jogokariyan 2026 menegaskan diri sebagai pusat kebersamaan sekaligus penggerak ekonomi umat di bulan suci. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.