https://jogja.times.co.id/
Berita

Gerakan Jogja Berhati Nyaman, Malioboro Hingga Permukiman Dibersihkan

Sabtu, 07 Februari 2026 - 13:15
Gerakan Jogja Berhati Nyaman, Malioboro Hingga Permukiman Dibersihkan Pemkot Yogyakarta menggelar Gerakan Jogja Berhati Nyaman. (FOTO: Pemkot Jogja)

TIMES JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta tancap gas mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan nyaman melalui Gerakan Jogja Berhati Nyaman. Aksi gotong royong bersih lingkungan ini digelar serentak di 14 titik ruang publik yang tersebar di seluruh kemantren se-Kota Yogyakarta.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata dari Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Semangat utamanya sederhana namun berdampak besar: menggerakkan gotong royong lintas elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tanpa harus mengandalkan anggaran besar.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, filosofi Gerakan Indonesia ASRI sangat selaras dengan nilai yang selama ini dipegang Pemkot Yogyakarta. Menurutnya, membangun kota tidak selalu harus dimulai dari program yang rumit, tetapi dari hal-hal kecil yang dilakukan bersama.

“Program aman, sehat, resik, dan indah atau ASRI ini sangat cocok dengan karakter Yogya. Kita membangun dari hal-hal sederhana, dimulai dari gotong royong. Chemistry-nya pas sekali,” ujar Hasto saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (7/2/2026).

Gotong Royong Jadi Kunci, Jumat Jadi Hari Bersih Kota

Hasto mengungkapkan, sebelum adanya arahan Presiden Prabowo, Pemkot Yogyakarta sebenarnya telah rutin menggelar berbagai kegiatan kebersihan bersama masyarakat. Mulai dari Gerakan Jogja Tanpa Rumput, bersih-bersih sungai, hingga Gerakan Reresik Sekolah di lingkungan pendidikan.

Bahkan, dua pekan sebelum pelaksanaan Gerakan Jogja Berhati Nyaman, kerja bakti telah dilakukan di sepanjang ruas jalan Pojok Beteng Kulon hingga Tempat Parkir Ngabean. Ke depan, kegiatan serupa akan dijadwalkan secara rutin setiap hari Jumat.

“Besok Jumat kita korve di 14 titik. Dan seterusnya, setiap Jumat kita lakukan. Ini jadi budaya baru,” tegas Hasto.

Untuk memperluas dampak, Pemkot Yogyakarta akan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat agar turut membersihkan lingkungan di depan rumah masing-masing, khususnya membersihkan rumput liar dan sampah. Partisipasi warga diharapkan dilakukan secara sukarela dengan keikhlasan, sebagai bentuk nyata menjaga Yogya tetap nyaman.

“Menghidupkan Yogya Berhati Nyaman itu sejatinya sama dengan mewujudkan ASRI,” imbuhnya.

Malioboro Jadi Etalase Gerakan

Salah satu titik yang menjadi sorotan dalam Gerakan Jogja Berhati Nyaman adalah kawasan Malioboro. Di jantung wisata Kota Yogyakarta ini, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Yogyakarta bahu-membahu bersama TNI dan Polri melakukan pembersihan intensif.

Tak hanya menyapu dan memangkas rumput, armada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta juga diterjunkan untuk membantu penyiraman dan pembersihan pedestrian Malioboro.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, Taokhid, menjelaskan bahwa pihaknya bertugas melakukan penyiraman awal agar proses pembersihan berjalan optimal, terutama pada fasilitas umum yang sudah mulai berlumut.

“Kami lakukan penyiraman awal agar mudah dibersihkan. Terutama di fasilitas umum seperti tempat sampah, bola-bola pembatas, dan lantai pedestrian yang sudah berlumut,” jelas Taokhid.

Selain pedestrian, petugas juga membersihkan saluran air hujan yang dipenuhi sampah agar tidak menghambat aliran air dan mencegah genangan saat hujan.

Libatkan Hotel dan Toko, Cukup 15 Menit

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Yogyakarta Dedi Budiono menambahkan, sasaran awal Gerakan Jogja Berhati Nyaman adalah titik-titik yang telah teridentifikasi memiliki rumput liar, tumpukan kotoran, dan sampah.

Namun, gerakan ini tidak akan berhenti di ruang publik saja. Ke depan, seluruh wilayah Kota Yogyakarta akan disentuh dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, hingga pengelola hotel dan toko.

“Nanti melalui surat edaran, pemilik hotel dan toko bisa menugaskan karyawannya untuk membersihkan lingkungan sekitar. Cukup 15 menit setiap Jumat, dampaknya akan besar,” kata Dedi.

Ia menegaskan, Kota Yogyakarta sejatinya telah memiliki Peraturan Daerah tentang Yogyakarta Berhati Nyaman. Gerakan ini menjadi bukti nyata implementasi perda tersebut demi menciptakan kota yang bersih, sehat, indah, dan nyaman.

“Jogja yang bersih dan nyaman itu bukan hanya enak dikunjungi wisatawan, tapi juga membuat warganya hidup lebih sehat dan tenang,” tuturnya.

Sampah Dikelola DLH, Edukasi Jadi Target Utama

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq memastikan, seluruh sampah dan rumput hasil pembersihan dari 14 kemantren akan dikumpulkan di titik tertentu untuk kemudian diangkut oleh petugas DLH.

Sampah tersebut selanjutnya dibawa ke unit pengolahan sampah milik DLH Kota Yogyakarta agar dikelola sesuai prosedur ramah lingkungan.

Gerakan Jogja Berhati Nyaman ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kota yang bersih secara fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi massal bagi masyarakat agar semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan gerakan yang masif dan melibatkan seluruh elemen kota, Pemkot Yogyakarta optimistis Yogya Bersih, Sehat, Indah, dan Nyaman bukan sekadar slogan, melainkan budaya bersama yang terus hidup dari hari ke hari. (*)

Pewarta : Soni Haryono
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.