Tarawih Malam ke-5 Ramadan, Pahalanya Seperti Shalat di Tiga Masjid Suci
Tarawih malam ke-5 Ramadan disebut memiliki keutamaan besar
JAKARTA – Tarawih malam ke-5 Ramadan disebut memiliki keutamaan besar.
Dalam sejumlah literatur klasik dijelaskan, siapa yang menunaikannya akan mendapat pahala seperti orang yang shalat di tiga masjid suci, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.
Keterangan itu termaktub dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari. Dalam kitab tersebut disebutkan:
وَفِى اللَّيْلَةِ الْخَامِسَةِ اَعْطَاهُ اللهُ تَعَالَى مِثْلَ مَنْ صَلَّى فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ الْمَسْجِدِ الْمَدِيْنَةِ وَالْمَسْجِدِ الْاَقْصَى
Artinya: Pada malam kelima, Allah memberikan pahala seperti pahala seseorang yang shalat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
Pesan ini menjadi kabar menggembirakan bagi umat Islam yang menjaga konsistensi ibadah di bulan Ramadan.
Jika pada malam-malam awal semangat masih menggebu, maka memasuki malam kelima sering kali mulai muncul rasa lelah. Di titik inilah motivasi tentang keutamaan pahala menjadi penguat.
Tarawih sendiri merupakan ibadah sunah yang hanya ada di bulan Ramadan. Meski hukumnya tidak wajib, tradisi ini hampir selalu diramaikan jamaah di masjid-masjid.
Harapannya meraih ampunan dan pahala berlipat ganda.
Keutamaan malam kelima ini mengingatkan bahwa setiap malam Ramadan menyimpan nilai istimewa. Tidak ada malam yang biasa saja. Semuanya adalah peluang.
Karena itu, menjaga ritme ibadah sejak awal hingga akhir Ramadan menjadi kunci. Malam kelima bukan sekadar angka dalam hitungan kalender, melainkan momentum untuk meneguhkan niat dan memperbaiki kualitas shalat.
Bagi yang masih diberi kesempatan menjumpai Ramadan tahun ini, jangan lewatkan malam kelima begitu saja. Bisa jadi, di sanalah pahala besar sedang menanti. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



