Tim SAR Bantul Deteksi Belasan Titik Bahaya di Kawasan Pantai Parangtritis
TIMES Jogja/Wisatawan berkunjung ke Pantai Parangtritis Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto: ANTARA/Hery Sidik)

Tim SAR Bantul Deteksi Belasan Titik Bahaya di Kawasan Pantai Parangtritis

Tim SAR Parangtritis memetakan setidaknya 15 hingga 20 titik rip current (arus balik) dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok. Wisatawan diminta waspada saat tradisi padusan 2026.

TIMES Jogja,Senin 16 Februari 2026, 18:45 WIB
1.2K
A
Antara

YogyakartaTim SAR Parangtritis Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluarkan peringatan dini bagi para wisatawan menjelang tradisi 'padusan' atau sehari sebelum memasuki bulan puasa 2026. Berdasarkan hasil pemetaan terbaru, terdeteksi setidaknya ada 15 hingga 20 titik rip current atau arus balik mematikan di sepanjang kawasan Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok.

Sekretaris SAR Parangtritis, Rodhiva Wahyu Widho Santosa, menjelaskan bahwa meski kondisi gelombang secara umum tergolong normal, keberadaan arus bawah laut ini tetap menjadi ancaman utama bagi keselamatan pengunjung.

"Memang kondisinya normal, dengan ketinggian gelombang dua hingga tiga meter, namun lokasi berbahaya atau rip current yang sudah kita petakan dari Pantai Parangtritis hingga Pantai Depok itu sekitar 15 hingga 20 rip current," ujar Rodhiva di Bantul, Senin (16//2/2026).

Risiko di Tengah Lonjakan Pengunjung

Potensi bahaya ini diprediksi meningkat seiring dengan tingginya minat masyarakat untuk melakukan tradisi mandi di laut menjelang Ramadhan. Rodhiva memaparkan bahwa jumlah titik yang bersinggungan langsung dengan area bermain wisatawan sangat bergantung pada kepadatan pengunjung.

"Yang kemungkinan bersinggungan dengan wisatawan apabila ada lonjakan kunjungan ke pantai itu sekitar delapan sampai 10 rip current, tapi kalau pengunjung tidak terlalu banyak, sekitar delapan rip current yang kemungkinan bersinggungan," tambahnya.

Karakter Arus yang Dinamis

Salah satu tantangan terbesar dalam pengamanan pantai ini adalah sifat arus yang terus berubah. Kontur dasar laut yang didominasi pasir membuat titik-titik bahaya tersebut sulit diprediksi secara permanen.

"Lokasi berbahaya untuk bermain air di pantai tipe rip current di Pantai Parangtritis selalu berubah-ubah baik bentuk, kedalaman, lokasinya kemudian jumlahnya, karena sangat dipengaruhi faktor alam. Karena memang di pantai kontur bawahnya pasir yang mana pasir sendiri dapat dengan mudah dipindahkan oleh pergerakan air laut," jelas Rodhiva.

Ia juga menekankan bahwa semakin banyak jumlah pengunjung, maka peluang wisatawan untuk secara tidak sengaja mendekati area rip current akan semakin besar. Terlebih, beberapa titik bahaya ditemukan tepat di arah selatan pintu masuk kawasan Pantai Parangtritis.

Personel Stand By di Area Bahaya

Mengingat keterbatasan jumlah rambu-rambu peringatan fisik di lapangan, Tim SAR telah menyiapkan strategi pengamanan khusus selama momentum padusan. Fokus utama petugas adalah melakukan pengawasan langsung di titik-titik yang terdeteksi memiliki arus balik.

"Saat ini rambu-rambu memang tidak bisa pasang di semua titik rip current karena keterbatasan jumlah. Namun kita pastikan saat padusan, personel kami selalu stand by di tepian pantai yang depannya ada rip current," tegasnya.

Pihak SAR mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan dan tidak nekat mandi di area yang telah ditandai sebagai zona berbahaya guna menghindari kecelakaan laut yang tidak diinginkan.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.