Dwi Karti Handayani, Penggagas Pengurusan Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai Warisan Kuliner Asli Bantul
TIMES Jogja/Dwi Karti Handayani, penggagas pengurusan Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai salah satu warisan kuliner asli Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (FOTO: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

Dwi Karti Handayani, Penggagas Pengurusan Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai Warisan Kuliner Asli Bantul

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menunjukkan kecintaan kepada bangsa dan negara. Mulai dari menjaga warisan nenek moyang agar tidak diakui oleh bangsa lain dan lain se ...

TIMES Jogja,Minggu 20 Maret 2022, 20:09 WIB
9.2K
T
Totok Hidayat

YOGYAKARTABerbagai cara dapat dilakukan untuk menunjukkan kecintaan kepada bangsa dan negara. Mulai dari menjaga warisan nenek moyang agar tidak diakui oleh bangsa lain dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan Dwi Karti Handayani, melalui upaya pengurusan Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai salah satu warisan kuliner asli Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Perjuangan lulusan Fakultas Pertanian UNS ini diawali pada Desember 2019. Kala itu, ia merasa prihatin terhadap sejumlah warisan budaya Indonesia yang diklaim negara tetangga. Pada tahun 2015, Dwi nekat meninggalkan posisinya di sebuah perusahaan swasta di Semarang. Kemudian, ia focus melanjutkan usaha produksi wedang uwuh milik ibunya.

Hari berganti, bulan dan tahun pun terus berganti hingga menginjak tahun ke-4 menggeluti usaha wedang uwuh. Dari pengalaman dan ilmu pemasaran dari Magister STIE Widya Wiwaha Yogyakarta, Dwi pun mencoba berinovasi untuk menaikan pamor wedang uwuh. Mulai dari membuat berbagai varian wedang uwuh hingga merubah kemasannya agar dapat masuk hotel dan super market.

Untuk memaksimalkan branding wedah uwuhnya, pada tahun 2019 ia pun lantas mendaftarkan Indikasi Geografis Wedang Uwuh. Apalagi, saat itu ada sejumlah warisan nenek moyang nusantara yang diklaim asing sebagai warisan budaya mereka. Bersama dengan 48 produsen wedang uwuh yang tergabung dalam Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Wedang Uwuh, Dwi pun mulai memperjuangkan hak sebagai pewaris asli Wedang Uwuh.

Kala itu, upayanya mendapatkan Indikasi Geografis Wedang Uwuh belum berhasil. Padahal, perjuangan itu ia lakukan Bersama teman- temannya selama sekitar 3 tahun. Kala itu sulit karena memang tidak terlepas dari sulitnya membuktikan jahe sebagai bahan baku merupakan tanaman asli dari Kabupaten Bantul. Namun, kendala ini tidak menjadi penghalang untuk terus berjuang.

“InsyaAllah tahun ini Indikasi Geografis Wedang Uwuh akan diperoleh,” tegas Dwi Karti Handayani.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memberikan apresiasi atas perjuangan Dwi Karti Handayani untuk memperoleh Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai warisan kuliner asli dari Kabupaten Bantul. Tujuan mulia itu tentu agar wedang uwuh tidak diklaim oleh pihak lain seperti yang sudah terjadi pada beberapa budaya asli Indonesia.

Pemkab Bantul siap mendukung upaya untuk mendapatkan Indikasi Geografis terhadap kekayaan budaya asli Bantul. Sebab, berdasarkan data, banyak warisan budaya asli Bantul yang berpotensi untuk diurus Indikasi Geografisnya seperti sate klatak dan mie lethek untuk kuliner. Kemudian, ada pula tradisi kupatan Jolosutro, Nguras Enceh, Cembengan, Sholawat Maulid, dan pewarna alami.

Nah, berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, Dewan Juri Anugerah TIMES Indonesia (ATI) 2021 memberikan penghargaan kepada Dwi Karti Handayani, sebagai pelaku usaha wedang uwuh untuk Kategori Women of the Year Kabupaten Bantul Tahun 2021.

Penghargaan ini tentu sejalan dengan peran Dwi Karti Handayani sebagai pelaku usaha wedang uwuh yang terus memperjuangkan Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai salah satu warisan kuliner asli Kabupaten Bantul, Yogyakarta bersama dengan teman-temannya sesama pelaku usaha wedang uwuh. Sehingga, para pelaku usaha pun ikut memiliki endurance to fight (daya tahan untuk berjuang) dalam melewati berbagai hambatan yang terjal terlebih pada situasi pandemi Covid-19.

Perjuangan Dwi Karti Handayani dalam Indikasi Geografis Wedang Uwuh sebagai salah satu warisan kuliner asli Kabupaten Bantul, Yogyakarta tentu layak diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi perempuan lain. Apalagi, pandemi Covid-19 tak menghentikan perjuangannya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Totok Hidayat
|
Editor:Irfan Anshori

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.