TIMES Jogja/Dwi Karti Handayani saat menerima Sertifikat ATI 2021 dalam acara Malam Penyerahan Sertifikat ATI 2021 di Secluded by Kharma, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: Ridho/TIMES Indonesia)

Dwi Karti Handayani tak menyangka menjadi penerima penghargaan Anugerah TIMES Indonesia atau ATI 2021. Apalagi, penghargaan itu Kategori Tokoh Perempuan Inspiratif Women ...

TIMES Jogja,Rabu 30 Maret 2022, 10:22 WIB
6.9K
T
Totok Hidayat

YOGYAKARTADwi Karti Handayani tak menyangka menjadi penerima penghargaan Anugerah TIMES Indonesia atau ATI 2021. Apalagi, penghargaan itu Kategori Tokoh Perempuan Inspiratif Women of The Year Bantul Tahun 2021. Baginya, kerja kerasnya untuk mendaftarkan Kekayaan Intelektual Wedang Uwuh melalui Indikasi Geografis murni datang dari kepeduliannya dan didedikasikan untuk bangsa dan negara khususnya Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

“Sampai saat ini, saya dan teman-teman masih terus berjuang. Sebab, pendaftaran Kekayaan Intelektual Wedang Uwuh melalui Indikasi Geografis masih belum berhasil,” kata Dwi disela-sela menghadiri acara Malam Penyerahan Sertifikat Dwi Karti Handayani ATI 2021 di Secluded by Kharma, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Kamis (24/3/2022).

Dwi menceritakan, dirinya mulai mengurus Kekayaan Intelektual Wedang Uwuh lewat Indikasi Geografis sejak Desember 2019. Gagasan itu muncul karena merasa terusik sejumlah warisan budaya Indonesia diakui oleh negara lain.

Selain itu, yang memberikan semangat dalam pengurusan ini adalah berkaca dari keberhasilan Salak Pondoh dari Sleman dan Gula Semut dari Kulonprogo yang berhasil meraih Kekayaan Intelektual lewat Indikasi Geografis.

article

Setelah lebih dari dua tahun berjuang, Kekayaan Intelektual Wedang Uwuh lewat Indikasi Geografis belum tercapai. Kondisi ini disebabkan karena tidak ada konsultan yang mendampinginya. Ia juga tidak memiliki anggaran untuk membayar jasa konsultan sebagai pendamping. Nah, untuk mewujudkan tekadnya tersebut lulusan Jurusan Magister Pemasaran STIE Widya Wiwaha ini sempat berniat mengambil kuliah  pendidikan konsultan.

Meski belum berhasil mewujudkan Wedang Uwuh sebagai warisan kuliner asli Bantul yang diakui secara hukum. Namun, ibu dari Afghani ini terus berinovasi dengan Wedang Uwuh. Setelah mengemas menjadi minuman premium yang bisa masuk Hotel dan Mall, dirinya bersama BPOM sedang berupaya menjadikan Wedang Uwuh sebagai minuman kesehatan.

Kelak, setelah wedang uwuh mendapatkan pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual lewat Indikasi Geografis, Dwi berharap Wedang Uwuh semakin digemar masyarakat Indonesia. Sehingga, para pelaku UMKM wedang uwuh tidak khawatir lagi minuman khas Bantul diakui oleh bangsa lain.

Karena masih proses dan belum berhasil, Dwi berterus terang sempat merasa belum pantas menerimaa penghargaan prestisius ini. Namun, setelah mendapat penjelasan dari dewan juri dan tim dari TIMES Indonesia. Bahwa, penghargaan itu diberikan atas perjuangan dan kerja kerasnya untuk memastikan wedang uwuh sebagai warisan kuliner asli Bantul sebagai fokus penilaian, perempuan asal Bulu, Trimulyo, Jetis, Bantul ini pun dapat menerima penghargaan tersebut.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk saya pribadi tapi saya dedikasikan kepada para pelaku UMKM Wedang Uwuh, untuk masyarakat Bantul, warga Yogyakarta dan rakyat Indonesia pada umumnya,” terang Dwi, lulusan Fakultas Pertanian UNS ini.

Karena pendaftaran Kekayaan Intelektual Wedang Uwuh melalui Indikasi Geografis masih terus berproses, Dwi pun meminta dukungan kepada para pejabat, steak holder, pemerintah daerah, rakyat Indonesia dan media massa agar upayanya tersebut membuahkan hasil.

Dwi juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak khususnya media online TIMES Indonesia yang telah memberikan perhatian dan apresiasi atas kerja kerasnya tersebut.

Menurutnya, penghargaan ATI 2021 ini akan menjadi pelecut bagi dirinya agar semakin lebih giat dalam berjuang. Sehingga, Wedang Uwuh segera mendapatkan pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual lewat Indikasi Geografis.

“Terima kasih yang tidak terhingga saya ucapkan kepada TIMES Indonesia. Semoga penghargaan ATI 2021 ini akan membuka perhatian yang lebih besar dari pihak luar terhadap upaya kami dapat memperjuangkan wedang uwuh sebagai Kekayaan Intelektual lewat Indikasi Geografis. Sekali lagi, penghargaan ini kami dedikasikan untuk rakyat Indonesia khususnya masyarakat Bantul,” pinta Dwi Karti Handayani. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Totok Hidayat
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.