Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo meminta pedagang Pasar Ngasem meluangkan waktu untuk kerja bakti. (FOTO: Pemkot Jogja)

Wali Kota Hasto Minta Pedagang Luangkan Waktu Tiga Jam Tiap Pekan untuk Kerja Bakti

Kerja bakti dilakukan pedagang bersama petugas kebersihan dan aparat pemerintah, mulai membersihkan area berjualan, saluran drainase, hingga penataan lingkungan pasar.

TIMES Jogja,Rabu 24 Juni 2026, 07:58 WIB
214
S
Soni Haryono

JOGJAUpaya menjaga kebersihan pasar tradisional terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta).

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengajak para pedagang di Pasar Ngasem membangun budaya gotong royong dengan meluangkan waktu khusus untuk membersihkan lingkungan pasar secara rutin.

Hasto mengusulkan agar aktivitas perdagangan dihentikan sementara selama tiga jam setiap minggu.

Waktu tersebut digunakan pedagang bersama petugas kebersihan dan pemerintah setempat untuk melakukan kerja bakti, mulai dari membersihkan area berjualan, saluran drainase, hingga penataan lingkungan pasar.

Ajakan tersebut disampaikan langsung saat Hasto memimpin kegiatan bersih-bersih Pasar Ngasem bersama para pedagang, petugas kebersihan, serta jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Pedagang di Pasar Ngasem saya minta tutup tiga jam seminggu untuk bongkar-bongkar dan bersih-bersih,” ujar Hasto, Rabu (24/6/2026).

Menurut Hasto, kebersihan pasar tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan. Pedagang sebagai pelaku utama aktivitas ekonomi di pasar juga memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan menarik bagi pengunjung.

Ia menilai, jika aktivitas jual beli berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi kepedulian terhadap kebersihan, maka kawasan pasar berpotensi menjadi kumuh.

Saat melakukan pemeriksaan langsung, Hasto menemukan sejumlah titik saluran drainase yang masih dipenuhi sisa lemak makanan dan kotoran.

Kondisi tersebut harus segera ditangani karena dapat menyebabkan penyumbatan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengurangi kenyamanan pengunjung.

“Kalau kita jualan terus saja dan tidak sempat memikirkan kebersihan lingkungan, maka lingkungan pasti kumuh. Tadi saya cek masih ada sisa-sisa lemak di selokan. Hari ini langsung saya minta dibongkar dan dibersihkan,” jelasnya.

Pasar Kuliner Ikonik Harus Dijaga

Hasto menegaskan, Pasar Ngasem memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu pusat kuliner tradisional khas Yogyakarta yang banyak diminati masyarakat maupun wisatawan.

Beragam makanan tradisional yang dijual pedagang menjadi daya tarik tersendiri. Karena itu, menurutnya, meningkatnya kunjungan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas lingkungan pasar.

“Pasar Ngasem ini spesial karena menjual makanan tradisional khas Jogja yang banyak dicari orang. Setelah laris, harus dirawat dengan baik. Jangan sampai pengunjung masih mengeluhkan soal kebersihan,” katanya.

Selain kebersihan saluran air, Hasto juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah.

 Ia meminta agar sistem pemilahan sampah diperjelas dengan memberikan tanda pada tempat sampah sehingga pedagang dan pengunjung lebih mudah membedakan sampah organik, plastik, maupun residu.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan pasar tradisional yang tidak hanya ramai secara ekonomi, tetapi juga memiliki pengelolaan lingkungan yang lebih modern.

Satpol PP Akan Perkuat Edukasi Kebersihan

Untuk memastikan kebersihan Pasar Ngasem tetap terjaga, Pemerintah Kota Yogyakarta akan meningkatkan pengawasan di kawasan pasar.

Personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta akan dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Namun, Hasto menekankan bahwa pengawasan saja tidak cukup. Kesadaran bersama antara pemerintah, pedagang, dan pengunjung menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan kebersihan pasar.

Ia mengapresiasi semangat para pedagang yang ikut bergotong royong membersihkan lingkungan pasar.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan kawasan pasar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Pedagang Sambut Positif Gerakan Bersih Pasar

Salah satu pedagang Sate Kronyos, Bu Ira, menyambut baik perhatian Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap kondisi Pasar Ngasem.

Ia mengaku senang karena kegiatan bersih-bersih dilakukan dengan pendekatan yang memberikan solusi, bukan sekadar memberikan teguran kepada pedagang.

“Saya sebagai pemilik usaha merasa senang sekali didukung Pak Wali Kota. Tadi gorong-gorong dibersihkan bersama-sama oleh tim kebersihan. Kami sangat berterima kasih karena lingkungan pasar jadi lebih bersih,” ujar Ira.

Ia mengatakan, salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah pembersihan saluran air secara rutin agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat memunculkan bau tidak sedap.

Selain itu, rencana penataan saluran pembuangan air dan perbaikan fasilitas pendukung juga mendapat apresiasi dari para pedagang.

“Tadi juga disampaikan akan dibuatkan tempat pembuangan air yang lebih baik dan ditata supaya lebih bagus. Kami senang karena didukung dan diberi solusi agar lingkungan pasar semakin bersih,” katanya.

Gerakan kebersihan Pasar Ngasem ini menjadi bagian dari upaya menjaga wajah pasar tradisional Yogyakarta agar tetap menjadi ruang ekonomi rakyat yang nyaman, sehat, dan mampu mempertahankan daya tarik wisata kuliner khas Kota Gudeg. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.