TIMES Jogja/Implementasi Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi (Gerbang Pagi) di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. (FOTO: ANTARA/HO-DPP Gunungkidul)

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang menggalakkan pelaksanaan Program Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi (Gerbang Pagi). Program ini diimplementasikan melalui pemanfaatan pekarangan rumah maupun halaman perkantoran.

TIMES Jogja,Senin 29 September 2025, 14:29 WIB
35.3K
A
Antara

GUNUNGKIDULPemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sedang menggalakkan pelaksanaan Program Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi (Gerbang Pagi). Program ini diimplementasikan melalui pemanfaatan pekarangan rumah maupun halaman perkantoran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi menjelaskan bahwa gerakan ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Edaran Bupati Gunungkidul Nomor 33 Tahun 2025 tentang Gerakan Pengembangan Pangan dan Gizi atau Gerbang Pagi.

"Tidak hanya di halaman perkantoran saja, namun pelaksanaan penanaman sayuran pekarangan sebagai implementasi Gerbang Pagi juga dilaksanakan para pegawai DPP mulai kepala dinas sampai Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta staf di rumah masing masing," ujarnya di Gunungkidul, Senin (29/9/2025).

Rismiyadi mengungkapkan bahwa dirinya telah mempraktikkan penanaman sayuran terong dan cabai di halaman rumah dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam. Saat ini ia sedang menunggu masa panen terong.

"Sebentar lagi panen terong, sekarang sudah berbuah, namun masih menunggu panen. Saya harap semua pegawai juga bisa memanfaatkan barang barang yang tidak berguna, seperti galon bekas atau polybag untuk penanaman sayur di rumah," katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Diversifikasi Pangan Bidang Ketahanan Pangan DPP Gunungkidul Fardania Ekasari juga memanfaatkan lahan terbatas di rumahnya untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti terong, cabai, pare, sawi, seledri, dan loncang.

"Sudah ada yang panen, lumayan tidak perlu membeli sayuran, tinggal petik seperti sawi hijau, sebentar lagi terong juga panen," kata Fardania.

Di kesempatan terpisah, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Semanu Suswaningsih menyampaikan bahwa ia telah memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam beragam jenis sayuran dan tanaman biofarmaka.

"Kami memang membutuhkan sayuran organik untuk menjaga kesehatan tubuh, sudah lama kami mengkonsumsi sayur organik hasil tanam sendiri," ujarnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.