Bupati Sleman Harda Kiswaya saat menghadiri Konfercab NU Sleman. (FOTO: Yahya/TIMES Indonesia)

Sah! Ariyanto Nugroho Terpilih Pimpin PCNU Sleman, Tegaskan Arah Baru Organisasi

Konfercab yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini menjadi momentum strategis bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sleman.

TIMES Jogja,Senin 6 Juli 2026, 06:35 WIB
909
Y
Yahya Haqul Mubin

SLEMANPengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman resmi memiliki kepemimpinan baru setelah menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XV di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (5/7/2026).

Forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang tersebut menetapkan Dr. Ariyanto Nugroho sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Sleman dan Dr. KH Ahmad Fatah sebagai Rais Syuriyah untuk masa khidmat mendatang.

Konfercab yang berlangsung penuh semangat kebersamaan ini menjadi momentum strategis bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sleman untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja lima tahun ke depan, sekaligus menentukan arah kepemimpinan baru yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman.

Pemilihan Ketua Tanfidziyah berlangsung demokratis dan kompetitif. Ariyanto Nugroho berhasil meraih 9 suara dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sleman, unggul tipis atas pesaingnya, Dr. Abdul Mughits, yang memperoleh 8 suara.

Sementara itu, jabatan Rais Syuriyah ditetapkan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), sesuai tradisi organisasi Nahdlatul Ulama yang menempatkan aspek musyawarah dan kebijaksanaan para ulama sebagai landasan utama dalam menentukan pemimpin Syuriyah.

Konfercab XV turut dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta, Forkopimda Kabupaten Sleman, para ulama, tokoh masyarakat, hingga ratusan kader NU dari berbagai badan otonom dan MWCNU di seluruh wilayah Sleman.

Sejak Minggu pagi, kawasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro dipenuhi peserta konferensi yang datang untuk mengikuti seluruh rangkaian sidang organisasi. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti kuatnya dukungan terhadap eksistensi NU sebagai organisasi keagamaan yang terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat.

Momentum Evaluasi dan Penyusunan Arah Organisasi

Konfercab bukan sekadar agenda pemilihan ketua baru, tetapi menjadi forum strategis untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir.

Melalui forum tersebut, seluruh peserta membahas berbagai capaian kepengurusan sebelumnya sekaligus mengevaluasi sejumlah program yang telah dijalankan agar dapat menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan organisasi ke depan.

Berbagai rekomendasi strategis juga dibahas dalam sidang pleno sebagai upaya memperkuat peran PCNU Sleman dalam bidang pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi umat, pelayanan sosial, hingga penguatan kaderisasi di tingkat akar rumput.

Selain itu, forum juga menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, sehingga NU tetap menjadi perekat persatuan masyarakat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.

Mekanisme Pemilihan Sesuai Tradisi Organisasi NU

Ketua Panitia Konfercab XV PCNU Sleman, Mansoji, M.Pd, menjelaskan bahwa seluruh proses pemilihan dilaksanakan sesuai dengan aturan organisasi Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi prinsip musyawarah.

Menurutnya, pemilihan Rais Syuriyah dilakukan melalui mekanisme AHWA. Setiap MWCNU mengusulkan lima nama yang kemudian ditabulasi sebelum dibahas oleh tim AHWA untuk menentukan Rais Syuriyah terpilih.

"Sementara itu, pemilihan Ketua Tanfidziyah diutamakan melalui musyawarah mufakat. Namun apabila tidak tercapai kesepakatan, maka dilakukan voting tertutup, di mana setiap MWCNU memiliki satu hak suara untuk mengusulkan bakal calon," jelas Mansoji yang merupakan Sekretaris PCNU Sleman demisioner ini.

Munsoji menceritakan, bakal calon yang memperoleh sedikitnya lima suara berhak maju sebagai calon resmi setelah mendapatkan persetujuan Rais Syuriyah terpilih.

Apabila dalam tahap pencalonan terdapat kandidat yang langsung memperoleh sembilan suara, maka yang bersangkutan otomatis ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah karena telah memenuhi dukungan mayoritas.

Menurut Mansoji, mekanisme tersebut menjadi ciri khas demokrasi internal Nahdlatul Ulama yang mengedepankan keseimbangan antara musyawarah, kebijaksanaan ulama, dan aspirasi warga NU.

Pesantren Jadi Tempat Strategis Lahirkan Keputusan Bermartabat

Pemilihan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro sebagai lokasi penyelenggaraan Konfercab dinilai memiliki makna tersendiri.

Lingkungan pesantren yang sarat nilai-nilai keislaman menghadirkan suasana teduh dan penuh kekeluargaan, sehingga setiap proses pengambilan keputusan dapat berlangsung secara objektif, tenang, dan mengedepankan kemaslahatan bersama.

Tidak hanya diisi sidang-sidang resmi, Konfercab XV juga menghadirkan berbagai kegiatan yang mempererat ukhuwah antarkader. Interaksi hangat antar peserta menjadi gambaran kuatnya tradisi silaturahmi yang selama ini menjadi karakter organisasi Nahdlatul Ulama.

Semangat Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi landasan perjuangan NU juga tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan, sidang pleno, hingga penetapan hasil konferensi.

Terpilihnya Ariyanto Nugroho dan KH Ahmad Fatah diharapkan mampu membawa PCNU Sleman memasuki babak baru yang lebih progresif tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas Nahdlatul Ulama.

Kepemimpinan baru diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, meningkatkan pelayanan kepada umat, memperkokoh kaderisasi, serta menghadirkan program-program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

Konfercab XV sekaligus menjadi penegasan bahwa NU di Kabupaten Sleman terus menjaga tradisi organisasi yang demokratis, mengedepankan musyawarah, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian Konfercab XV, keluarga besar PCNU Sleman optimistis kepengurusan baru mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus menghadirkan kontribusi nyata dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Sleman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yahya Haqul Mubin
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.