Kasus Kekerasan di Daycare Jogja, Kak Seto Dorong Pemerintah Perkuat Pengawasan
Kak Seto dorong pemerintah melakukan evaluasi dan memperkuat pengawasan pasca kasus anak daycare di Jogja. (FOTO: Liputan6.com)

Kasus Kekerasan di Daycare Jogja, Kak Seto Dorong Pemerintah Perkuat Pengawasan

Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.

TIMES Jogja,Rabu 29 April 2026, 14:42 WIB
2K
M
Miranda Lailatul Fitria

MalangKasus dugaan kekerasan terhadap anak di salah satu tempat penitipan anak (daycare) di Yogyakarta menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk pemerhati anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. Ia mendorong adanya penguatan pengawasan terhadap lembaga penitipan anak oleh pemerintah.

Ia sangat menyayangkan kekerasan anak ini terjadi. Menurutnya, ini sangat berbahaya dan membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah untuk mengevaluasi layanan daycare. 

“Saya kaget, kok bisa hal seperti ini terjadi, pemerintah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujarnya saat dihubungi TIMES Indonesia, Rabu (29/4/2026). 

Pemerintah pusat perlu meminta pemerintah daerah untuk lebih aktif mengontrol operasional daycare, baik dari sisi legalitas maupun kualitas pengasuhan. Pengawasan dinilai penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan anak selama berada di tempat penitipan.

“Kami mendorong pemerintah pusat agar meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap daycare,” ujarnya.

article
Potret kekerasan yang diterima anak-anak di salah satu daycare di Jogja. (FOTO: Instagram)

Selain itu, Kak Seto menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi kondisi anak. Biasanya orang tua akan merasa pasrah saat anak mereka dititipkan di daycare, tanpa mengontrol bagaimana kondisi anak mereka selama di sana. 

Orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak setelah pulang dari daycare.

“Orang tua harus mengontrol kondisi anak. Jika anak menunjukkan ketidaknyamanan atau tidak ingin kembali ke daycare, jangan dipaksakan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua memastikan daycare yang dipilih memiliki izin resmi dan memenuhi standar pengasuhan yang layak. Legalitas lembaga menjadi indikator awal untuk menjamin kualitas layanan.

Lebih lanjut, Kak Seto menyarankan agar anak yang mengalami tekanan psikologis segera mendapatkan penanganan profesional. Jika orang tua tidak mampu menangani sendiri, maka harus mencari bantuan psikolog.

“Jika ada tanda-tanda trauma atau gangguan, segera bawa ke psikolog agar mendapat penanganan yang tepat,” imbuhnya.

Terakhir, kak Seto berharap kasus serupa tidak terulang dan dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk memperkuat sistem perlindungan anak, khususnya dalam layanan penitipan anak di Indonesia.

Sebagai informasi, sebelumnya telah ditemukan kasus kekerasan di daycare di Jogja dimana anak-anak yang dititipkan mendapatkan perlakuan kejam dan tidak manusiawi. Polisi telah mengamankan 30 orang dan 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Miranda Lailatul Fitria
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.