Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM, Prof Luthfi Usung Keadilan Wilayah
TIMES Jogja/Prof. Dr. Luthfi Muta’ali, S.Si., M.T Guru Besar Bidang Pembangunan Wilayah Fakultas Geografi UGM. (FOTO: Humas UGM for TIMES Indonesia)

Dikukuhkan Jadi Guru Besar UGM, Prof Luthfi Usung Keadilan Wilayah

Semoga amanah ini membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan negara,” ujar Arief yang akrab disapa Miko yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Satria Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

TIMES Jogja,Rabu 11 Februari 2026, 22:16 WIB
1.7K
A
A. Tulung

YOGYAKARTAUniversitas Gadjah Mada (UGM) kembali melahirkan akademisi berkelas nasional. Prof. Dr. Luthfi Muta’ali, S.Si., M.T resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pembangunan Wilayah Fakultas Geografi UGM dalam upacara pengukuhan di Balai Senat UGM, Selasa (10/2/2026).

Dalam pidato ilmiahnya, Prof Luthfi menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak boleh semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi dan percepatan infrastruktur, melainkan harus menempatkan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan sebagai fondasi utama.

Mengangkat judul “Pembangunan Wilayah Dalam Perspektif Geografi: Mengintegrasikan Ruang, Lingkungan, dan Keadilan Sosial”, ia menawarkan pendekatan pembangunan yang lebih holistik di tengah tantangan global seperti ketimpangan sosial, urbanisasi cepat, hingga krisis ekologis.

Geografi sebagai Landasan Etis Pembangunan

Dalam paparannya, Prof Luthfi menjelaskan bahwa pembangunan wilayah sejatinya melampaui metrik kuantitatif seperti angka pertumbuhan ekonomi. Perspektif geografi, menurutnya, memandang pembangunan sebagai integrasi antara ruang hidup manusia, daya dukung lingkungan, serta distribusi keadilan bagi seluruh masyarakat.

“Pembangunan wilayah tidak dapat dipahami hanya dari sudut pandang ekonomi dan infrastruktur. Ia harus menyatukan ruang, manusia, dan bumi sebagai satu kesatuan moral dan kebijakan,” tegas pria kelahiran Bojonegoro, 4 April 1969.

Ia menambahkan, pembangunan sejati bukan tentang memperluas ruang kekuasaan, melainkan memperluas ruang keadilan bagi seluruh makhluk. Dalam konteks keilmuan, pembangunan wilayah menempati posisi strategis karena menjadi jembatan antara geografi fisik, geografi manusia, lingkungan, hingga kebijakan publik.

Menurutnya, paradigma ini penting bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kompleksitas wilayah yang tinggi. Kemajuan wilayah, kata dia, harus mencerminkan keseimbangan antara pusat dan pinggiran, kemanusiaan dan lingkungan, serta ilmu pengetahuan dan kebijakan.

“Geografi harus meletakkan landasan etis bagi pembangunan bangsa, dengan tanggung jawab spasial dan akuntabilitas terhadap planet Bumi yang menopang kehidupan kita,” ujar alumni SMPN 1 Bojonegoro ini.

Pembangunan Wilayah sebagai Identitas Kebangsaan

Lebih jauh, Prof Luthfi menekankan bahwa geografi pembangunan wilayah di Indonesia bukan sekadar disiplin akademik, melainkan disiplin kebangsaan. Wilayah Nusantara, menurutnya, bukan hanya ruang fisik, tetapi representasi identitas dan kedaulatan nasional.

Ia menilai pembangunan tidak cukup dimaknai sebagai proyek infrastruktur atau target pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagai inisiatif budaya yang menanamkan nilai kebangsaan dalam konfigurasi ruang.

Pembangunan wilayah yang otentik, lanjutnya, membutuhkan kesadaran kolektif terhadap ruang hidup bersama. Kesadaran ini terus berevolusi di tengah tantangan ketimpangan, ekspansi perkotaan, dan ancaman krisis lingkungan.

“Tanggung jawab sarjana geografi pembangunan wilayah adalah menjaga keseimbangan antara wilayah sebagai sumber kemakmuran, lingkungan sebagai fondasi kehidupan, dan kemanusiaan sebagai sumber kebijaksanaan. Keselarasan itulah yang akan melahirkan pembangunan berorientasi masyarakat,” imbuh suami Utiyati ini.

Tokoh Bojonegoro dan Alumni UGM Sampaikan Apresiasi

Pengukuhan Prof Luthfi Muta’ali sebagai Guru Besar UGM turut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh daerah dan alumni.

Ketua Paguyuban Keluarga Bojonegoro Jogjakarta (Pakurojo), Ahmad Zaenal Fanani, menyampaikan rasa bangga atas capaian akademik tertinggi yang diraih putra daerah asal Bojonegoro, Jawa Timur tersebut.

Menurut Fanani, gelar profesor bukan hanya prestasi pribadi, tetapi amanah besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai sesama anak kampung yang lahir di Bojonegoro, kami ikut bangga. Semoga ini menginspirasi anak-anak muda dari desa, anak petani, agar berani bermimpi dan menempuh pendidikan tinggi,” ujar Fanani didampingi Sekretaris Pakurojo A. Riyadi Amar dan Bendahara Jauhari, Rabu (11/2/2026)

Mantan Ketua PGRI DIY itu juga berpesan agar akademisi yang telah berhasil di tingkat nasional tetap berkontribusi bagi daerah asal sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Apresiasi serupa datang dari Pengurus Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) sekaligus alumni Geografi UGM, Arief Sujatmiko. Ia mengenang peran Prof Luthfi dalam perjalanan akademiknya.

“Saya bisa menyelesaikan skripsi karena bimbingan beliau. Terima kasih Pak Lutfi. Semoga amanah ini membawa kemaslahatan bagi masyarakat dan negara,” ujar Arief yang akrab disapa Miko yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Satria Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pengukuhan Prof. Dr. Luthfi Muta’ali sebagai Guru Besar Geografi UGM menambah daftar akademisi asal Bojonegoro yang berkiprah di tingkat nasional. Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari daerah, untuk terus menempuh pendidikan tinggi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui jalur akademik dan keilmuan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:A. Tulung
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.