https://jogja.times.co.id/
Pendidikan

UGM Riset Budidaya Melon Premium Hidroponik Bersama Petani Kulon Progo

Senin, 12 Januari 2026 - 17:49
UGM Riset Budidaya Melon Premium Hidroponik Bersama Petani Kulon Progo Tim peneliti UGM. (FOTO: Humas UGM for TIMES Indonesia)

TIMES JOGJA, YOGYAKARTA – Tim Peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menggandeng petani lokal di Kulon Progo untuk mengembangkan budidaya melon premium hidroponik. Riset ini tidak hanya fokus pada produksi buah, tetapi juga mengarah pada pengembangan produk turunan dan kemandirian pangan, termasuk cold press juice, permen, hingga pemanfaatan limbah menjadi tepung sebagai alternatif bahan pangan lokal.

Ketua tim peneliti, Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., menegaskan bahwa riset ini merupakan upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi melon sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia.

“Di FRC UGM, riset ini bukan sekadar menanam melon di greenhouse, tapi juga mengembangkan produk-produk turunan agar lebih bernilai ekonomis,” katanya, Senin (12/1/2026).

Pemilihan melon sebagai komoditas riset didasarkan pada daya tumbuh tanaman yang baik di daerah tropis dengan suhu panas dan pengairan yang seimbang. Lokasi penelitian di Kulon Progo dinilai ideal karena memiliki intensitas cahaya dan suhu lingkungan yang mendukung pertumbuhan melon.

Selain faktor alam, lokasi yang dekat dengan Bandara Internasional Yogyakarta membuka peluang pasar bagi wisatawan dan pendatang. Umur simpan melon yang relatif panjang, sekitar 15 hari, juga memudahkan distribusi ke wilayah Yogyakarta, Sleman, dan sekitarnya.

“Dengan kondisi agroklimat dan akses pasar yang strategis, melon dapat dijangkau konsumen dari berbagai kalangan usia,” ujar Nabila.

Transfer Knowledge dan Pemberdayaan Petani

Riset melon juga memberikan dampak langsung pada petani lokal, khususnya kelompok tani di pesisir Bugel. Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., anggota tim peneliti, mengatakan pendampingan meliputi teknologi budidaya hingga praktik produksi. Hasilnya, produktivitas melon meningkat signifikan dengan 85 persen tanaman produktif dan lebih dari 50 persen hasil panen masuk grade A.

FRC UGM menghadirkan konsep Open Farm sebagai sarana pembelajaran terbuka. Masyarakat dan petani dapat langsung terlibat dalam budidaya melon modern, sekaligus mempelajari smart farming. Open Farm juga menjadi wadah kunjungan penelitian dan kolaborasi internasional, termasuk mitra dari Jepang, serta kegiatan summer course dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

“Open Farm memungkinkan masyarakat belajar langsung tentang pertanian modern, sekaligus menjadi ruang munculnya petani muda yang siap menerapkan teknologi smart farming,” jelas Yoseph.

Riset melon di FRC UGM juga mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain pengembangan lahan, riset ini bertujuan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar serta mendorong kolaborasi lintas disiplin dan multi-helix, melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Kami berharap riset ini dapat diperluas melalui kolaborasi internasional dan penelitian berbasis masalah nyata agar hasilnya relevan untuk masyarakat maupun industri,” paparnya. (*)

Pewarta : A. Tulung
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.