Empat Srikandi Resmi Jadi Profesor, UAD Cetak Sejarah dan Perkuat Dominasi Akademik Nasional
UAD mengukuhkan empat dosen perempuan sebagai guru besar atau Profesor. (FOTO: Yahya Haqul Mubin/TIMES Indonesia)

Empat Srikandi Resmi Jadi Profesor, UAD Cetak Sejarah dan Perkuat Dominasi Akademik Nasional

UAD Yogyakarta kukuhkan empat guru besar perempuan dalam Sidang Terbuka, wujud komitmen kesetaraan gender dan penguatan kualitas akademik nasional.

TIMES Jogja,Sabtu 18 April 2026, 19:56 WIB
2.2K
A
A Riyadi

YOGYAKARTAUniversitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan mengukuhkan empat guru besar perempuan secara serentak dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Amphitarium Gedung Utama Kampus IV, Sabtu (18/4/2026). Momentum ini menjadi bukti kuat kiprah UAD dalam mendorong kesetaraan gender sekaligus memperkuat kualitas akademik di tingkat nasional.

Empat akademisi yang dikukuhkan sebagai profesor tersebut adalah Prof. Dr. Rika Astari, S.S., M.A. (Bahasa dan Media), Prof. Dr. apt. Wahyu Widyaningsih, S.Si., M.Si. (Farmakologi dan Toksikologi), Prof. Dr. apt. Nina Salamah, S.Si., M.Sc. (Autentikasi Herbal dan Analisis Halal), serta Prof. Dr. Dian Artha Kusumaningtyas, S.Pd., M.Pd.Si. (Evaluasi Pembelajaran Fisika).

Pengukuhan ini menjadi semakin istimewa karena seluruh profesor yang dilantik merupakan perempuan atau “srikandi akademik” yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang masing-masing.

Sidang terbuka dipimpin langsung oleh Ketua Senat UAD, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang membuka acara secara resmi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia terkait kenaikan jabatan akademik dosen.

Suasana semakin khidmat saat keempat profesor menyampaikan pidato pengukuhan yang memaparkan gagasan ilmiah, inovasi, serta kontribusi keilmuan mereka. Tidak hanya formal, acara juga diwarnai nuansa hangat dan penuh kekeluargaan.

Simbol Kekuatan Perempuan di Dunia Akademik

Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menyampaikan apresiasi atas capaian para guru besar baru. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga cerminan komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Empat guru besar ini diharapkan mampu menjaga marwah keilmuan UAD dan nilai-nilai Muhammadiyah, serta mengintegrasikan ilmu dengan nilai keislaman,” ujar Muchlas.

Dengan tambahan empat profesor tersebut, kini UAD memiliki total 50 guru besar, didukung ratusan dosen dengan jabatan akademik lainnya. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa UAD terus berkembang sebagai perguruan tinggi unggulan.

Kepala LLDIKTI Wilayah V Yogyakarta, Prof. Setyabudi Indartono, turut memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai pencapaian keempat profesor perempuan ini sebagai sesuatu yang luar biasa.

“Semua yang dikukuhkan hari ini adalah srikandi hebat. Ini menunjukkan perjalanan panjang yang penuh dedikasi dan kerja keras,” ungkap Setyabudi.

Setyabudi juga menekankan pentingnya peran guru besar dalam menjaga mutu pendidikan tinggi serta membagikan pengalaman kepada generasi akademisi berikutnya.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UAD, Prof. Ahmad Muttaqin, mengingatkan bahwa jabatan profesor bukanlah akhir perjalanan.

“Guru besar harus terus aktif dalam riset dan pengembangan ilmu. Kolaborasi antarbidang akan melahirkan unifikasi ilmu yang bermanfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Dorong Inovasi dan Dampak Nyata

Keempat bidang keahlian yang diusung para profesor dinilai sangat strategis. Mulai dari penguatan literasi media, keamanan obat, jaminan kehalalan produk, hingga inovasi pendidikan sains—semuanya berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pengukuhan ini sekaligus mempertegas posisi UAD sebagai perguruan tinggi swasta yang kompetitif, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Dengan hadirnya empat srikandi profesor ini, UAD tidak hanya menambah jumlah guru besar, tetapi juga memperkuat arah pengembangan ilmu pengetahuan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (*)

 

Pewarta : Yahya Haqul Mubin

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A Riyadi
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.