ITNY Gelar Mobile Legend Championship 2026, 160 Pelajar DIY–Jateng Adu Strategi
ITNY gelar Mobile Legend Championship 2026 di Auditorium Rektorat, diikuti 32 tim pelajar se-DIY–Jateng, memperebutkan Rp6 juta dan jalur prestasi kuliah di ITNY.
YOGYAKARTA – Suasana Auditorium Rektorat Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) berubah total selama tiga hari berturut-turut. Bukan seminar atau kuliah umum, melainkan arena pertempuran sengit ala Land of Dawn dalam ajang ITNY Mobile Legend Championship 2026.
Sebanyak 160 pelajar dari berbagai SMA/SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah ambil bagian dalam kompetisi e-sport bergengsi ini. Mereka tergabung dalam 32 tim yang bertarung memperebutkan total hadiah Rp6 juta serta Piala Rektor ITNY.
Kompetisi ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Dies Natalis ke-53 ITNY, sekaligus bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung perkembangan industri dan ekosistem e-sport di wilayah DIY–Jawa Tengah.
Sebagai kampus yang mengusung tagline Technopreneur in Future Energy, ITNY melihat e-sport bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari transformasi teknologi dan industri kreatif digital.
Rektor ITNY, Setyo Pambudi, secara langsung membuka kejuaraan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya tentang menang atau kalah.
“Kami berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antarpelajar,” ujar Setyo kepada TIMES Indonesia, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, e-sport telah diakui sebagai cabang olahraga yang menuntut kecerdasan strategi, kerja sama tim, dan kemampuan analisis cepat—kompetensi yang juga relevan dalam dunia akademik dan profesional.
32 Tim Bertarung Sengit, Final Penuh Ketegangan
Atmosfer kompetisi semakin memanas ketika babak penyisihan hingga grand final berlangsung ketat. Setiap tim menunjukkan strategi matang, rotasi cepat, hingga koordinasi tim yang solid.
Pada partai puncak, tim Lyskie Idola Kami sukses keluar sebagai juara pertama setelah menundukkan tim Capslock dalam laga grand final yang berlangsung dramatis.

Sementara itu, posisi ketiga diraih oleh tim Punokawan dari SMAN 2 Depok Sleman setelah mengalahkan tim PL ESport dari SMA PL St. Yosef dalam perebutan tempat ketiga.
Sorotan khusus juga tertuju pada Athaya R., pemain andalan dari tim Lyskie Idola Kami, yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) berkat performa konsisten dan kontribusi krusialnya sepanjang turnamen.
Bukan Sekadar Turnamen, Tapi Jalan Menuju Kampus ITNY
Koordinator Penyelenggara ITNY Mobile Legend Championship 2026, A. Yunastiawan Eka Pramana, mengungkapkan bahwa ajang ini dirancang sebagai agenda rutin tahunan.
“Kami ingin menyediakan wadah kompetisi e-sport yang sehat bagi pelajar SMA/SMK. Harapannya, event ini bisa terus berkembang dan menjadi ikon kompetisi pelajar di wilayah DIY–Jawa Tengah,” jelasnya.
Tak hanya membawa pulang trofi, medali, dan uang pembinaan, para juara juga memperoleh keuntungan tambahan. Pemenang kompetisi mendapatkan kesempatan mendaftar sebagai mahasiswa baru ITNY melalui jalur prestasi, berupa pembebasan biaya pendaftaran serta potongan sumbangan pendidikan.
Langkah ini menunjukkan keseriusan ITNY dalam mengintegrasikan prestasi non-akademik, termasuk e-sport, sebagai bagian dari potensi calon mahasiswa.
E-Sport dan Dunia Pendidikan Kian Terhubung
Fenomena e-sport di Indonesia terus berkembang pesat. Turnamen seperti ITNY Mobile Legend Championship 2026 menjadi bukti bahwa dunia pendidikan kini semakin adaptif terhadap perkembangan industri digital.
Dengan fasilitas kampus yang memadai dan dukungan manajemen, ITNY berupaya menjadi pionir dalam menghadirkan ruang kompetisi berbasis teknologi bagi generasi muda.
Selama tiga hari pelaksanaan, ratusan suporter turut meramaikan auditorium, menciptakan atmosfer kompetisi yang tak kalah dengan turnamen profesional. Sorak sorai dan ketegangan di setiap team fight membuat ajang ini benar-benar terasa seperti panggung besar para calon atlet e-sport masa depan.
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pendidikan dan industri e-sport memiliki prospek cerah. ITNY berharap ajang serupa dapat terus digelar dengan skala yang lebih besar, bahkan menjangkau tingkat nasional.
Bagi para peserta, pengalaman ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga pembelajaran tentang kerja sama, manajemen emosi, dan strategi—nilai-nilai penting yang relevan di dalam maupun di luar arena permainan.
Dengan semangat Dies Natalis ke-53, ITNY membuktikan bahwa kampus teknik pun mampu menjadi “battlefield” inovatif bagi generasi digital masa kini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



