Kadin dan DPRD Sepakat Wujudkan Sleman Jadi Motor Ekonomi DIY
Deskripsi: Kadin Sleman dan DPRD Sleman audiensi bahas pertumbuhan ekonomi, investasi, dan afirmasi kontraktor lokal. Siapkan Perda Kemudahan Investasi.
SLEMAN – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sleman masa bakti 2025–2030 menggelar audiensi strategis bersama Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda. Dalam pertemuan tersebut, Kadin Sleman membahas arah pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari investasi, regulasi kemudahan usaha, penguatan pariwisata, hingga afirmasi bagi kontraktor lokal.
Kepada para pengurus Kadin Sleman, Gustan Ganda menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sleman tidak bisa hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, dunia usaha memegang peran sentral dalam menggerakkan roda ekonomi.
“Pemerintah tidak mungkin dominan dalam menggerakkan ekonomi. Pengusaha adalah aktor utama. DPRD berkewajiban memastikan regulasi memberi kepastian dan kemudahan bagi investor,” tegas Ganda, Senin (23/2/2026).
Perda Kemudahan Investasi Disiapkan
Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam forum tersebut adalah inisiatif penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kemudahan Investasi dan Pemberian Insentif bagi Investor. Regulasi ini dirancang untuk memperkuat kepastian hukum, meningkatkan daya saing daerah, serta menarik investor baru masuk ke Sleman.
Selain regulasi, Ganda juga menekankan pentingnya stabilitas keamanan, kepastian hukum, serta infrastruktur yang memadai sebagai fondasi iklim investasi yang sehat.
“Semua tentu menjadi perhatian kami sebagai wakil rakyat,” tandas Ganda yang juga didapuk sebagai Anggota Dewan Penasihat Kadin Sleman Masa Bakti 2025-2030.

Ketua Kadin Sleman, Yudi Prihantana, menyambut baik komitmen DPRD Sleman. Yudi menilai sinkronisasi antara legislatif, eksekutif, dan dunia usaha menjadi kunci agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir sejumlah sektor seperti pariwisata, perdagangan, industri kreatif, hingga konstruksi menghadapi tekanan cukup berat. Karena itu, Kadin memilih membangun sinergi terlebih dahulu sebelum merumuskan program kerja strategis.
Audiensi ini menjadi rangkaian pertemuan Kadin Sleman dengan para pemangku kebijakan, setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Fokus Sleman Utara dan Timur
Kadin Sleman mendorong pengembangan ekonomi di wilayah Sleman Utara dan Timur. Kawasan lereng Merapi dan Kaliurang dinilai memiliki potensi besar di sektor wisata alam dan budaya, sementara wilayah timur berpeluang berkembang sebagai kawasan industri dan cagar budaya.
Sektor pariwisata sendiri disebut menyumbang sekitar 30 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sleman, terutama dari subsektor perhotelan. Namun pelaku usaha menilai potensi wisata berbasis budaya, wellness tourism, dan event masih perlu dimaksimalkan.
Perwakilan GAPENSI Sleman turut mendorong keberpihakan kebijakan kepada kontraktor lokal, khususnya dalam proyek skala kecil dan menengah yang menyentuh desa wisata dan UMKM. Sektor konstruksi dinilai memiliki efek berganda terhadap sektor lain seperti pariwisata dan perdagangan.
Audiensi ini menegaskan komitmen bersama antara DPRD Sleman dan Kadin Sleman untuk membangun ekosistem ekonomi yang kolaboratif dan berdaya saing. Dengan penguatan regulasi investasi, perlindungan UMKM, serta dukungan terhadap sektor strategis, Sleman diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewa Yogyakarta. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



