Pasar Beringharjo Masih Bergairah, Menkeu Sebut Perputaran Uang Tembus Rp2 Triliun
Menkeu Purbaya mengunjungi bersama Gubernur DIY Sri Sultan HB X Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro. (FOTO: Pemprov DIY)

Pasar Beringharjo Masih Bergairah, Menkeu Sebut Perputaran Uang Tembus Rp2 Triliun

Bagi wisatawan, pengalaman berburu batik, kuliner khas, kerajinan tangan di pasar tradisional menjadi daya tarik yang tidak bisa ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

TIMES Jogja,Rabu 18 Maret 2026, 14:28 WIB
225
S
Soni Haryono

TIMESINDONESIAIsu lesunya pasar tradisional tampaknya terpatahkan. Setidaknya, saat Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan aktivitas ekonomi di Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro 1 Yogyakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkeu Purbaya saat melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta, Selasa (17/3/2026), yang turut didampingi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Dalam kunjungannya, Menkeu dan Sri Sultan menyusuri sejumlah lapak pedagang di Pasar Beringharjo. Dari hasil pantauan langsung, aktivitas jual beli terlihat ramai dengan perputaran ekonomi yang signifikan.

Menkeu Purbaya mengaku terkejut dengan tingginya transaksi yang terjadi. Ia menyebut, perputaran uang di pasar tersebut bahkan bisa mencapai angka fantastis.

“Faktanya di lapangan masih sangat ramai. Perputaran ekonominya bisa tembus Rp2 triliun. Jadi, tidak benar kalau dibilang pasar tradisional itu mati suri,” ungkapnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan terhadap sejumlah narasi yang menyebut pasar rakyat mengalami penurunan drastis dalam beberapa waktu terakhir.

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa meskipun pemulihan ekonomi pasca perlambatan global belum merata, sejumlah titik ekonomi strategis justru menunjukkan daya tahan yang luar biasa.

Selain di Yogyakarta, kondisi serupa juga ia temui di pusat perdagangan besar seperti Tanah Abang dan berbagai sentra ekonomi di Bandung.

Hal ini menunjukkan bahwa sektor riil, khususnya UMKM dan pasar tradisional, tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Produk UMKM Jogja Jadi Primadona

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya juga menyempatkan diri berbelanja berbagai produk lokal, mulai dari batik, kain hingga kaos khas Yogyakarta.

Ia menyoroti keunggulan produk UMKM Jogja yang mampu bersaing dari sisi kualitas maupun harga. Bahkan, menurutnya, harga produk di Yogyakarta jauh lebih terjangkau dibandingkan kota besar seperti Jakarta.

“Saya belanja cukup banyak. Di Jakarta mungkin harganya jutaan, tapi di sini bisa ratusan ribu dengan kualitas yang tetap bagus,” katanya.

Ia juga sempat berdialog dengan para pedagang terkait kebutuhan modal usaha. Menariknya, sebagian pedagang mengaku tidak mengalami kendala permodalan, yang menurut Menkeu menjadi indikator membaiknya likuiditas di tingkat akar rumput.

Sebelum mengunjungi Pasar Beringharjo, Menkeu terlebih dahulu meninjau Teras Malioboro 1 sebagai bagian dari evaluasi pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY.

Langkah ini menunjukkan adanya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Kehadiran Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kunjungan tersebut juga menegaskan komitmen Pemprov DIY dalam menjaga stabilitas pasar rakyat di tengah dinamika ekonomi global.

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli

Menanggapi isu ekonomi makro, Menkeu memastikan kondisi fiskal Indonesia saat ini masih dalam keadaan sehat dan cukup ekspansif.

Ia juga memberikan kepastian terkait harga energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), yang menjadi faktor penting bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. APBN akan terus difungsikan sebagai “shock absorber” untuk meredam dampak fluktuasi harga minyak global.

“Kita masih punya kemampuan anggaran untuk menjaga harga BBM tetap stabil hingga akhir tahun, tentu tergantung arahan Presiden. Ini penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Ajakan Dukung UMKM dan Wisata Lokal

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk mengajak masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan agar terus mendukung pasar tradisional dan produk UMKM lokal.

Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata budaya, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang hidup dan dinamis.

Dengan berbelanja di pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo, masyarakat turut berkontribusi langsung dalam menggerakkan ekonomi lokal.

Bagi wisatawan, pengalaman berburu batik, kuliner khas, hingga kerajinan tangan di pasar tradisional menjadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Kunjungan Menkeu Purbaya ke pasar tradisional di Yogyakarta menjadi sinyal positif bahwa perekonomian Indonesia, khususnya di sektor akar rumput, masih memiliki daya tahan yang kuat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.