Okupansi Hotel Yogyakarta Turun di Libur Imlek, PHRI DIY Siapkan Strategi Kreatif
TIMES Jogja/Ilustrasi Hotel (FOTO: pinterpoin)

Okupansi Hotel Yogyakarta Turun di Libur Imlek, PHRI DIY Siapkan Strategi Kreatif

Dibandingkan Imlek tahun lalu, terjadi penurunan okupansi sekitar 10–15 persen. Beberapa faktor menjadi penyebab.

TIMES Jogja,Selasa 17 Februari 2026, 18:16 WIB
2.3K
A
A. Tulung

YOGYAKARTAMeski tetap lebih tinggi dibanding hari biasa, okupansi hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama libur panjang Imlek tahun ini tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.

Menyikapi kondisi ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyiapkan strategi kreatif dengan menghadirkan paket buka bersama (iftar) menjelang Ramadan untuk menutup potensi penurunan pendapatan.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan okupansi hotel secara rata-rata di seluruh DIY saat libur Imlek mencapai sekitar 60 persen. Sementara itu, hotel-hotel di kawasan Kota Jogja, khususnya sekitar Malioboro, masih mampu menembus angka 80 persen.

“Kalau di rata-rata seluruh DIY 60 persen itu data sementaranya,” kata Deddy, Selasa (17/2/2026).

Dibandingkan Imlek tahun lalu, terjadi penurunan okupansi sekitar 10–15 persen. Beberapa faktor menjadi penyebab, antara lain berdekatan dengan awal Ramadan, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta menurunnya daya beli masyarakat.

“Libur panjang menjelang Imlek memang berpengaruh, tetapi tidak signifikan,” tambah Deddy.

Ia menambahkan, memasuki awal Ramadan, jumlah kunjungan ke hotel biasanya justru menurun, hanya sekitar 10–25 persen pada minggu pertama puasa.

Untuk menutup potensi penurunan pendapatan, para pengelola hotel di DIY menyiapkan inovasi seperti paket buka bersama (iftar).

Program ini rutin dihadirkan setiap Ramadan untuk menarik lebih banyak konsumen. Hingga saat ini, sekitar 10 persen pemesanan paket buka bersama telah diterima.

Deddy berharap jumlah pemesanan paket iftar dapat terus meningkat. “Pendapatan dari paket buka bersama bisa menutup biaya operasional hotel, sehingga selama bulan puasa, pengelola bisa tetap bernafas,” ujarnya.

Dengan strategi ini, PHRI DIY optimistis dapat menjaga kestabilan pendapatan hotel meski menghadapi tren penurunan okupansi saat libur panjang dan awal Ramadan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:A. Tulung
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.