industri kreatif, UMKM, dan masyarakat dalam memperkenalkan praktik ekonomi sirkular. (Foto; Dok Pribadi)

Bank Mandiri Dorong UMKM Naik Kelas lewat Ekonomi Sirkular di INACRAFT 2026

Bank Mandiri menghadirkan Mandiri Looping for Life di Road to INACRAFT Festival 2026 untuk mendorong ekonomi sirkular, memperkuat UMKM, dan mendukung bisnis berkelanjutan.

TIMES Jogja,Jumat 17 Juli 2026, 16:13 WIB
143
I
Imadudin Muhammad

JAKARTAIsu keberlanjutan kini tidak lagi hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi strategi bisnis yang mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha. Melihat tren tersebut, Bank Mandiri memperkuat komitmennya dalam mendorong ekonomi hijau melalui kampanye Mandiri Looping for Life (MLFL) pada ajang Road to INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Mengusung tema Hamemayu Hayuning Bawana, pameran yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026 itu menjadi ruang kolaborasi antara industri kreatif, UMKM, dan masyarakat dalam memperkenalkan praktik ekonomi sirkular yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Melalui konsep From Waste to Circular Craft Experience, Bank Mandiri menggandeng brand lokal Othman untuk menghadirkan produk fesyen berbahan baku daur ulang. Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tanpa mengabaikan aspek estetika maupun kualitas.

UMKM Didorong Terapkan Bisnis Berkelanjutan

Vice President Corporate Communication Bank Mandiri, Dicky Kristanto, mengatakan program Mandiri Looping for Life merupakan bagian dari implementasi strategi keberlanjutan perusahaan yang dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operations, dan Beyond Banking.

Menurutnya, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan internal perusahaan, tetapi juga perlu menjadi budaya yang tumbuh bersama masyarakat dan pelaku usaha.

"Keberlanjutan akan memberikan dampak yang lebih besar ketika menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Karena itu, Mandiri Looping for Life kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular sekaligus menciptakan nilai tambah," ujar Dicky dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, pada pilar Sustainable Banking, Bank Mandiri terus memperluas pembiayaan kepada sektor-sektor yang mendukung transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Pembiayaan tersebut mencakup pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, bangunan hijau, hingga akses pembiayaan sosial bagi pelaku UMKM.

Sementara melalui Sustainable Operations, perseroan terus mengurangi jejak lingkungan melalui penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik serta pembangunan gedung yang memenuhi standar efisiensi energi.

Ekonomi Sirkular Jadi Peluang Baru Industri Kriya

Program Mandiri Looping for Life menjadi implementasi nyata dari pilar Beyond Banking, yaitu pendekatan yang menghubungkan strategi keberlanjutan perusahaan dengan pemberdayaan masyarakat.

Bank Mandiri menilai industri kriya memiliki potensi besar dalam mengembangkan konsep ekonomi sirkular karena memadukan kreativitas, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Dalam praktiknya, limbah tidak lagi dipandang sebagai barang sisa, melainkan sebagai bahan baku baru yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat daya saing UMKM Indonesia.

Selain memperkenalkan produk fesyen berbahan daur ulang, aktivasi ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.

Bangun Green Business Mindset

Melalui kampanye ini, Bank Mandiri juga berupaya membangun sustainability culture dan green business mindset di tingkat ritel. Partisipasi masyarakat dalam berbagai aktivitas yang dihadirkan menjadi bagian dari upaya memperluas praktik ekonomi sirkular di kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hamemayu Hayuning Bawana, filosofi Jawa yang mengandung makna menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan lingkungan.

Menurut Dicky, keberlanjutan bukan sekadar berbicara tentang pengelolaan limbah, melainkan bagaimana menciptakan nilai ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan warisan budaya.

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen memperluas kolaborasi berbasis ekosistem untuk mempercepat pertumbuhan UMKM sekaligus menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

"Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan keunggulan berkelanjutan yang relevan bagi masyarakat sekaligus mendukung arah pembangunan ekonomi Indonesia," tutup Dicky.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Imadudin Muhammad
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.