Dari Bukit ke Candi! Rencana Kereta Gantung Prambanan Makin Matang
Rencana Kereta Gantung Prambanan semakin terang. (FOTO: Ilustrasi Antara)

Dari Bukit ke Candi! Rencana Kereta Gantung Prambanan Makin Matang

Proyek kereta gantung Prambanan capai 50% perizinan dengan sinyal dukungan Kemenbud. Pemkab Sleman kawal regulasi, investasi Rp200 miliar, berpotensi dorong PSN, pariwisata, ekonomi, dan serap kerja lokal.

TIMES Jogja,Sabtu 13 Desember 2025, 21:50 WIB
14K
A
A Riyadi

SLEMANRencana pembangunan wisata kereta gantung di kawasan Prambanan, Kabupaten Sleman, kian menunjukkan progres positif. Proses perizinan proyek ini disebut telah mencapai sekitar 50 persen, bahkan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dikabarkan memberikan sinyal dukungan terhadap rencana tersebut.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan pemerintah daerah turut mengawal langsung tahapan perizinan agar pembangunan tetap sesuai regulasi, terutama karena lokasi proyek berada di kawasan strategis pariwisata dan cagar budaya.

“Dari Kemenbud sudah disampaikan boleh. Prosesnya memang masih berjalan, tapi dukungan sudah ada,” kata Harda, Sabtu (13/12/2025).

Selain berkoordinasi dengan Kemenbud, Pemkab Sleman juga menjalin komunikasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar dan dinilai berpotensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Prambanan.

Rencana pembangunan kereta gantung bahkan disebut berpeluang diintegrasikan ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) karena memiliki daya ungkit pariwisata dan ekonomi yang kuat.

Kereta gantung tersebut direncanakan menghubungkan Bokoharjo–Sambirejo, melintasi perbukitan sisi utara dengan panorama Candi Prambanan dan Ratu Boko dari ketinggian. Proyek akan memanfaatkan Tanah Kas Desa Bokoharjo dan Sambirejo melalui skema sewa lahan.

Lurah Bokoharjo Dody Heriyanto berharap proyek ini mampu membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi warga. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam operasional wisata.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya BPK Wilayah X, Asmara Dewi, mengingatkan bahwa pembangunan di kawasan Prambanan wajib memenuhi perizinan ketat, termasuk melalui sistem OSS dan persetujuan Kemenbud, mengingat lokasi berada di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur–Yogyakarta–Prambanan.

Hingga kini, proses perizinan masih berjalan dan pemerintah memastikan pengembangan wisata dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian budaya dan lingkungan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A Riyadi
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.