TIMES JOGJA, SLEMAN – Menjelang pelaksanaan ibadah haji 2026, 1.428 calon jemaah haji Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan ta’aruf sebagai langkah awal pembinaan dan penguatan kebersamaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung dr. Wahidin Sudirohusodo Sleman, Minggu (25/1/2026).
Acara ta’aruf dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, serta dihadiri jajaran pemerintah daerah dan panitia penyelenggara ibadah haji Kabupaten Sleman.
Ta’aruf Jadi Fondasi Kekompakan Jamaah
Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan bahwa ta’aruf memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan keakraban antarjemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Kebersamaan yang terbangun sejak awal akan menumbuhkan rasa saling menghargai dan saling menolong. Ini sangat dibutuhkan agar jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang dan khusyuk,” kata Harda.
Ia juga mengimbau para calon jamaah haji agar mengikuti seluruh rangkaian manasik dengan penuh keseriusan, disiplin terhadap arahan pembimbing, serta menjaga kebugaran dan kesehatan sejak dini.
Pembekalan Teknis dan Informasi Embarkasi
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, menjelaskan bahwa kegiatan ta’aruf tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana penyampaian informasi penting terkait pelaksanaan ibadah haji.
“Dalam ta’aruf ini, jemaah diberikan gambaran umum tentang tahapan ibadah haji, teknis perjalanan, hingga kebijakan terbaru,” ungkapnya, Senin (26/1/2026)
Ia menambahkan, jemaah calon haji Sleman juga mendapatkan penjelasan mengenai perubahan lokasi embarkasi. Untuk tahun ini, proses pemberangkatan akan dilakukan melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Dengan adanya ta’aruf dan pembekalan awal ini, diharapkan jemaah calon haji Sleman lebih siap dan memahami rangkaian ibadah haji secara menyeluruh. (*)
| Pewarta | : A. Tulung |
| Editor | : Faizal R Arief |