https://jogja.times.co.id/
Berita

Libatkan Turis Asing, Wali Kota Yogyakarta Luncurkan Program 'Bule Mengajar'

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:02
Pemkot Yogyakarta Gagas Program 'Bule Mengajar', Ajak Wisatawan Asing Wisatawan berjalan santai menikmati suasana Malioboro, Kota Yogyakarta. (FOTO: ANTARA/Luqman Hakim)

TIMES JOGJA, YOGYAKARTAPemerintah Kota Yogyakarta tengah mematangkan konsep wisata budaya partisipatif melalui inovasi program bertajuk "Bule Mengajar". Program ini dirancang untuk mengajak wisatawan mancanegara terjun langsung dalam berbagai aktivitas sosial dan kebudayaan bersama warga setempat.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap minat wisatawan terhadap budaya lokal.

"Sebagai bentuk apresiasi, wisatawan yang mengikuti program kita beri sertifikat penghargaan, ya dari Wali Kota atas partisipasi mereka dalam kegiatan sosial dan kebudayaan," ujar Hasto Wardoyo dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurut Hasto, skema ini menjadi aktivitas edukatif sekaligus atraksi wisata baru bagi turis yang berkunjung ke Kota Gudeg. Wisatawan kini tidak lagi hanya menjadi penonton pasif, tetapi didorong untuk berbagi pengetahuan, berinteraksi dengan anak-anak, serta mendalami nilai-nilai kedisiplinan dan budaya lokal bersama masyarakat.

Hasto menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan budaya agar dapat memberikan manfaat nyata bagi ekonomi kerakyatan.

"Kalau karya, kreativitas, dan inovasi terus lahir, itu sudah menjadi modal besar. Tinggal bagaimana kita menyusunnya menjadi rencana yang memberi daya ungkit bagi ekonomi dan kemajuan wilayah," imbuh Hasto.

Rencananya, kegiatan "Bule Mengajar" akan dilaksanakan pada waktu-waktu khusus, seperti Sabtu pagi saat arus wisata tidak terlalu padat. Hal ini bertujuan agar agenda sosial tersebut dapat berjalan harmonis dengan aktivitas pariwisata rutin tanpa menimbulkan gangguan.

Tantangan Gentrifikasi di Tengah Prestasi Budaya

Di sisi lain, perwakilan Dewan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Setyo Harwanto, memaparkan pencapaian luar biasa Kota Yogyakarta yang memiliki Indeks Pembangunan Kebudayaan sebesar 73,79—angka tertinggi di tingkat nasional. Saat ini, lebih dari 400 komunitas seni budaya di Yogyakarta juga tercatat telah memiliki kesadaran hukum yang kuat.

Meski demikian, Setyo mengingatkan adanya ancaman gentrifikasi pariwisata, di mana pertumbuhan sektor ini terkadang belum berdampak signifikan bagi kesejahteraan warga lokal.

"Perputaran uang sering kali tidak tinggal di Yogyakarta. Ini menjadi tantangan bagaimana kebudayaan bisa naik kelas, dari program yang berorientasi kegiatan menjadi program yang berorientasi pasar, tanpa kehilangan nilai budaya," tegas Setyo Harwanto. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.