Wisata Gunungkidul Masih Diserbu Wisatawan, Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
Lonjakan wisatawan pasca Lebaran 2026 di Gunungkidul tembus 230.669 orang, dominan ke wisata pantai. PAD sudah Rp2,85 miliar, tren kunjungan diprediksi ramai hingga akhir pekan.
GUNUNGKIDUL – Lonjakan wisatawan ke destinasi wisata di Gunungkidul belum menunjukkan tanda penurunan pasca Lebaran 2026. Kombinasi kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan libur sekolah membuat kawasan wisata, khususnya pantai, diprediksi tetap padat hingga akhir pekan.
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Gunungkidul mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026 terus meningkat signifikan. Sejak Kamis (19/3/2026) hingga Selasa (24/3/2026), total kunjungan telah mencapai 230.669 wisatawan.
Sekretaris Disparpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyebut destinasi pantai masih menjadi tujuan utama wisatawan. Bahkan, pada Selasa (24/3/2026) saja, jumlah kunjungan harian menembus 65.993 orang.
“Destinasi favorit masih didominasi kawasan pantai. Total kunjungan sejak awal libur Lebaran sudah mencapai sekitar 230 ribu wisatawan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Tingginya angka kunjungan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Hingga Selasa malam, realisasi pendapatan dari retribusi tiket masuk tercatat mencapai Rp2,85 miliar.
Eko menambahkan, angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring arus wisatawan yang belum surut.
“Potensi masih terus bertambah karena kunjungan masih cukup ramai,” katanya.
Dari sisi keamanan, kondisi destinasi wisata di Gunungkidul dipastikan tetap kondusif. Hingga saat ini, belum ada laporan insiden yang mengganggu aktivitas wisatawan, termasuk dari pemantauan di media sosial.
“Kami berharap situasi tetap aman dan lancar hingga akhir masa liburan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Nanang Putranto, mengungkapkan capaian kunjungan saat ini telah melampaui target awal yang ditetapkan sebelum libur Lebaran. Awalnya, target kunjungan hanya sebesar 93.191 wisatawan dengan proyeksi PAD sekitar Rp1,7 miliar.
Menurutnya, faktor cuaca cerah turut mendukung tingginya minat wisatawan untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Gunungkidul.
“Alhamdulillah kunjungan melampaui target, didukung kondisi cuaca yang baik sehingga wisatawan merasa nyaman,” ujarnya.
Nanang memperkirakan tren kunjungan wisata masih akan bertahan hingga beberapa hari ke depan, setidaknya sampai Minggu (29/3/2026). Kebijakan WFA yang memberikan fleksibilitas bekerja serta libur sekolah menjadi faktor utama pendorong.
“Dengan WFA, masyarakat bisa tetap bekerja tanpa harus di kantor. Ditambah anak-anak masih libur sekolah, ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, Gunungkidul diproyeksikan tetap menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan selama periode libur Lebaran hingga akhir pekan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

