Batu Alien Merapi: Jejak Erupsi Dahsyat yang Berubah Jadi Destinasi Wisata Viral di Yogyakarta
Suasana destinasi wisata Batu Alien yang berada di Lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. (FOTO: Yahya/TIMES Indonesia)

Batu Alien Merapi: Jejak Erupsi Dahsyat yang Berubah Jadi Destinasi Wisata Viral di Yogyakarta

Batu Alien di Sleman, Yogyakarta, adalah batu vulkanik erupsi Merapi 2010 yang bentuknya mirip wajah alien. Jadi destinasi Lava Tour, spot foto, dan edukasi sejarah bencana.

TIMES Jogja,Minggu 21 Juni 2026, 00:03 WIB
864
S
Soni Haryono

SLEMANDi balik megahnya Gunung Merapi yang berdiri gagah di utara Yogyakarta, tersimpan kisah unik tentang sebuah batu besar yang menjadi saksi bisu dahsyatnya erupsi tahun 2010. Batu tersebut kini dikenal luas sebagai Wisata Batu Alien Merapi, sebuah destinasi yang memadukan keindahan alam, sejarah bencana, serta kreativitas masyarakat lokal dalam mengubah jejak kehancuran menjadi peluang wisata.

Berada di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Batu Alien menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan yang mengikuti perjalanan Lava Tour Merapi. Keunikan bentuk batu yang menyerupai wajah makhluk luar angkasa membuat tempat ini semakin populer, terutama di kalangan wisatawan yang gemar berburu foto unik dan pengalaman berbeda.

Kisah Batu Alien tidak dapat dipisahkan dari peristiwa besar erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010. Letusan tersebut menjadi salah satu erupsi terbesar dalam sejarah modern Merapi, yang mengeluarkan jutaan meter kubik material vulkanik berupa pasir, abu, hingga bongkahan batu berukuran besar.

Salah satu batu vulkanik berukuran raksasa kemudian terbawa oleh arus material erupsi melalui aliran Sungai Gendol. Kekuatan lahar dan awan panas dari puncak Merapi membawa batu tersebut turun hingga beberapa kilometer dan akhirnya berhenti di kawasan Dusun Jambu.

article

Batu itu kemudian menetap di lokasi tersebut dengan bentuk yang tidak biasa. Posisi dan tekstur alami hasil proses vulkanik membuat batu tersebut memiliki karakter unik yang berbeda dari batu-batu lainnya.

Disebut “Alien” karena Bentuknya Mirip Wajah Makhluk Asing

Setelah kondisi pascaerupsi mulai membaik, masyarakat sekitar menemukan bongkahan batu besar tersebut. Keanehan bentuknya langsung menarik perhatian warga.

Dari sudut tertentu, permukaan batu terlihat seperti memiliki pola menyerupai wajah manusia atau makhluk asing. Guratan alami pada batu tampak seperti membentuk bagian mata, hidung, mulut, hingga telinga.

“Awalnya ada yang melihat bentuknya seperti wajah alien, akhirnya masyarakat menyebutnya Batu Alien,” ujar Wanto, salah satu pemandu wisata di kawasan tersebut, Sabtu (20/6/2026).

Namun, sebelum populer dengan nama Batu Alien, sebagian warga juga menyebutnya sebagai “batu alihan”, yang bermakna batu pindahan dari area gunung akibat erupsi Merapi.

Pascaerupsi, masyarakat sekitar menghadapi tantangan besar untuk bangkit. Melihat potensi unik dari batu tersebut, warga kemudian berinisiatif menjadikannya sebagai kawasan wisata.

Mulai tahun 2011, lokasi Batu Alien dikembangkan menjadi destinasi wisata yang dapat dikunjungi masyarakat umum. Langkah ini menjadi bagian dari upaya warga untuk memulihkan perekonomian sekaligus mengenalkan sejarah Merapi kepada wisatawan.

Perlahan, kawasan ini mulai dilengkapi berbagai fasilitas pendukung. Spot foto dibuat lebih menarik, akses wisata diperbaiki, dan kawasan sekitar ditata agar lebih nyaman bagi pengunjung.

Kini, Batu Alien bukan hanya menjadi tempat melihat sebuah batu besar, tetapi juga menjadi lokasi menikmati panorama alam khas lereng Merapi.

Menawarkan Pemandangan Merapi dan Edukasi Alam

Daya tarik utama Batu Alien tentu saja adalah bentuk batunya yang fenomenal. Namun, pengalaman berkunjung ke tempat ini tidak berhenti di sana.

Wisatawan juga dapat menikmati pemandangan Gunung Merapi, hamparan lembah, serta jejak aliran Sungai Gendol yang menjadi bagian dari sejarah erupsi.

Bagi pelajar dan keluarga, kawasan ini juga memiliki nilai edukasi. Pengunjung dapat belajar mengenai proses geologi, kekuatan aktivitas vulkanik, hingga bagaimana masyarakat beradaptasi setelah bencana alam.

Batu Alien menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan besar, tetapi manusia juga memiliki kemampuan untuk bangkit dan menciptakan peluang baru.

Viral Berkat Cerita Unik dan Spot Foto Instagramable

Keunikan cerita Batu Alien membuat destinasi ini semakin dikenal luas. Banyak wisatawan datang bukan hanya untuk melihat bentuk batu yang aneh, tetapi juga merasakan atmosfer kawasan yang memiliki kisah panjang tentang perjuangan masyarakat lereng Merapi.

Sari, wisatawan asal Jakarta, mengaku tertarik karena Batu Alien memiliki cerita yang kuat.

“Tempatnya unik karena bukan hanya soal batu, tapi ada sejarah erupsi Merapi di baliknya. Dari beberapa sudut memang terlihat seperti wajah. Ditambah pemandangan Merapi yang luar biasa, cocok untuk foto dan wisata edukasi,” katanya.

Pengelolaan Batu Alien dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat. Warga tidak hanya menjaga kawasan wisata, tetapi juga terus mengembangkan fasilitas agar semakin menarik bagi wisatawan.

Wiwin, Wakil Kepala Pengelola Wahana Wisata Batu, mengatakan keberadaan Batu Alien memberikan harapan baru bagi masyarakat.

“Awalnya kami melihat batu ini hanya sebagai sisa bencana. Tetapi karena bentuknya unik, warga sepakat mengubahnya menjadi tempat wisata. Kami ingin tempat ini bukan hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga menjadi sumber penghidupan warga dan sarana edukasi tentang sejarah Merapi,” ujarnya.

Batu Alien, Simbol Kreativitas Warga Lereng Merapi

Saat ini, Batu Alien menjadi salah satu destinasi yang banyak dikunjungi dalam rangkaian wisata Lava Tour Merapi. Tempat ini menawarkan kombinasi antara fenomena alam, cerita sejarah, fotografi, dan pengalaman melihat langsung dampak erupsi gunung berapi.

Batu Alien membuktikan bahwa sebuah peristiwa bencana tidak selalu berakhir dengan kehilangan. Dengan kreativitas dan kerja sama masyarakat, bekas jejak erupsi dapat berubah menjadi destinasi wisata yang bernilai.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Gunung Merapi, Batu Alien menjadi salah satu tempat yang wajib masuk daftar kunjungan saat berada di Yogyakarta.Lokasinya berada di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Batu Alien berasal dari material vulkanik erupsi Gunung Merapi tahun 2010.

Destinasi wisata ini menarik karena terdapat batu berbentuk mirip wajah alien, panorama Merapi, spot foto, dan edukasi sejarah erupsi. (*)

 

Pewarta: Yahya Haqul Mubin

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.