Wabup Sleman Danang Maharsa: Sinergi Lintas Sektor Kunci Tekan Angka Stunting
Pemkab Sleman galang sinergi lintas sektor lewat Pra Musyawarah Tematik Stunting untuk percepat penurunan stunting, yang turun dari 4,41% (2024) jadi 4,29% (2025).
SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor.
Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam kegiatan Pra Musyawarah Tematik Stunting yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Rabu (11/3/2026), di Aula Lantai 3 Kantor Setda Sleman.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk menyelaraskan program sekaligus merumuskan langkah konvergensi percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sleman.
Kepala DP3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pra Musyawarah Tematik Stunting merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Forum ini juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta mengevaluasi program penanganan stunting yang telah berjalan.
Menurut Novita, percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Percepatan penurunan stunting adalah prioritas utama karena berdampak langsung pada kualitas generasi penerus. Melalui pra musyawarah ini kami menghimpun berbagai usulan sekaligus memperkuat komitmen lintas sektor untuk menyusun rencana aksi konvergensi yang terintegrasi,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 135 peserta yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Panewu, pemerintah kalurahan, organisasi kemasyarakatan, unsur swasta, serta tokoh masyarakat.
Upaya penanganan stunting yang dilakukan secara kolaboratif tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Data terbaru mencatat prevalensi stunting di Kabupaten Sleman mengalami penurunan dari 4,41 persen pada tahun 2024 menjadi 4,29 persen pada tahun 2025.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi capaian tersebut, namun ia mengingatkan bahwa mempertahankan tren penurunan stunting membutuhkan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak.
“Gunakan data yang valid untuk menentukan prioritas intervensi dan pahami kondisi riil di lapangan agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Danang.
Ia juga menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu dinas saja, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak tanpa adanya ego sektoral.
“Stunting bukan urusan satu dinas saja. Semua pihak harus bekerja bersama. Jika ada keterbatasan anggaran, carilah solusi melalui kolaborasi antar sektor agar program tetap berjalan maksimal,” tegasnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan deklarasi serta penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sleman sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program hingga tingkat kalurahan dan mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


