Pelajari, Ini Urutan Menu saat Buka Puasa Sesuai Sunnah Nabi
TIMES Jogja/Buka puasa Ramadan dimulai dengan kurma basah (ruthab), kemudian kurma kering (tamr), lalu air. (FOTO: Gemini)

Pelajari, Ini Urutan Menu saat Buka Puasa Sesuai Sunnah Nabi

Yang paling utama adalah memulai dengan kurma basah (ruthab), kemudian kurma kering (tamr), lalu air. Setelah itu barulah makanan manis, baik alami maupun dimasak.

TIMES Jogja,Selasa 10 Maret 2026, 16:17 WIB
705
Y
Yusuf Arifai

JAKARTAAda urutan yang dianjurkan sunnah dalam memilih menu saat buka puasa di bulan suci Ramadan.

Yang paling utama adalah memulai dengan kurma basah (ruthab), kemudian kurma kering (tamr), lalu air. Setelah itu barulah makanan manis, baik alami maupun dimasak.

Keterangan tersebut banyak dijelaskan dalam kitab-kitab ulama Syafi’iyah. Urutan ini merujuk pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW saat berbuka sebelum menunaikan salat Magrib.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Syekh Nawawi Al-Jawi menjelaskan bahwa Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada, beliau menggantinya dengan kurma kering. Bila keduanya tidak tersedia, Nabi cukup meneguk air.

النص:
وترتيبه فِي الْأَفْضَلِيَّة أَن يكون على رطب فتمر فماء فحلو فحلواء لما ورد أَنه ﷺ كَانَ يفْطر قبل أَن يُصَلِّي على رطبات فَإِن لم يكن فعلى تمرات فَإِن لم يكن حسا حسوات من مَاء وَقَضِيَّة هَذَا الْخَبَر أَن السّنة تثليث مَا يفْطر عَلَيْهِ من رطب وَغَيره.

Artinya: Urutan yang paling utama untuk berbuka adalah dengan kurma basah, kemudian kurma kering, lalu air, setelah itu makanan manis dan manisan. Riwayat ini juga menjadi dasar bahwa sunnahnya berbuka dengan jumlah tiga, baik berupa kurma maupun selainnya.

Keterangan yang hampir sama juga disebutkan oleh Syekh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin. Ia merinci pilihan makanan berbuka yang dianjurkan.

النص:
(والحاصل) أن الأفضل أن يفطر بالرطب، ثم التمر.
وفي معناه: العجوة، ثم البسر، ثم الماء. وكونه من ماء زمزم أولى، ثم الحلو - وهو ما لم تمسه النار كالزبيب، واللبن، والعسل - واللبن أفضل من العسل، واللحم أفضل منهما، ثم الحلواء.

Penjelasannya, yang paling utama adalah kurma basah, kemudian kurma kering. Yang semakna dengannya antara lain kurma ‘ajwah dan kurma setengah matang (busr). Setelah itu air, dan jika berasal dari air zamzam maka lebih utama.

Berikutnya adalah makanan manis yang tidak dimasak, seperti kismis, susu, atau madu.

Dalam penjelasan tersebut, susu disebut lebih utama daripada madu. Bahkan disebutkan daging memiliki keutamaan lebih dibanding keduanya. Terakhir adalah makanan manis yang dimasak atau manisan.

Dengan demikian, urutan sederhana menu berbuka yang dianjurkan adalah:

1. Kurma basah (ruthab)
2. Kurma kering (tamr)
3. Air (lebih utama air zamzam)
4. Makanan manis alami seperti kismis, susu, dan madu
5. Makanan manis yang dimasak

Selain itu, ulama juga menyimpulkan bahwa sunnahnya berbuka dengan jumlah tiga, baik tiga kurma maupun tiga tegukan air, sebagaimana isyarat dari hadits Nabi tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.