Kasus Campak di Yogyakarta Meningkat Jelang Mudik Lebaran
Dinas Kesehatan DIY mencatat tren peningkatan kasus campak dalam beberapa waktu terakhir. Hingga pekan ke-9 tahun 2026, terdapat 73 kasus terkonfirmasi, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Yogyakarta – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran campak. Lonjakan kasus di DIY menjadi sinyal penting, terutama bagi keluarga yang akan bepergian bersama anak-anak.
Dinas Kesehatan DIY mencatat tren peningkatan kasus campak dalam beberapa waktu terakhir. Hingga pekan ke-9 tahun 2026, terdapat 73 kasus terkonfirmasi, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, dr. Ari Kurniawati, menyebut kasus paling banyak terjadi pada anak usia 2 hingga 9 tahun.
“Sebagian kasus juga ditemukan pada bayi di bawah sembilan bulan yang belum mendapatkan imunisasi,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Dosen Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM, dr. Ida Safitri Laksanawati, menambahkan bahwa risiko penularan tidak hanya terjadi pada anak, tetapi juga orang dewasa, terutama yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
“Ketika cakupan vaksin dosis kedua belum optimal, kekebalan kelompok bisa menurun dalam beberapa tahun ke depan,” jelasnya.
Imbauan Waspada Saat Mudik
Para ahli mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap waspada dengan melakukan langkah pencegahan. Salah satunya adalah mempertimbangkan kondisi kesehatan anggota keluarga sebelum melakukan perjalanan.
“Perhatikan wilayah tujuan dan kondisi anggota keluarga, terutama bayi yang belum mendapat vaksin. Jika tidak mendesak, sebaiknya hindari kerumunan,” kata dr. Ida.
Sementara itu, Dosen Epidemiologi UGM, dr. Risalia Reni Arisanti, menyoroti potensi penularan dalam lingkup keluarga yang kerap tidak disadari. Gejala awal campak yang mirip penyakit lain sering membuat penanganan terlambat.
“Jika merasa tidak sehat, segera gunakan masker dan batasi interaksi untuk mencegah penularan,” imbaunya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran, kesadaran akan pentingnya vaksinasi dan perilaku hidup sehat menjadi kunci untuk menekan penyebaran campak. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


