Jogja Kembali Bergairah! Pameran Seni Ini Tebar Kebahagiaan di Tengah Tekanan Zaman
Pameran lukisan “Orang-Orang Bahagia” di Galeri Kolsani hadirkan visual estetik, pesan positif, dan workshop interaktif, jadi ruang healing hangat bagi semua kalangan.
YOGYAKARTA – Suasana hangat dan penuh warna menyelimuti Galeri Kolsani saat pameran lukisan bertajuk “Orang-Orang Bahagia” resmi dibuka. Kegiatan yang digagas komunitas seniman SAPAKU ini sukses menyedot perhatian, bahkan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.
Dalam kunjungannya, Hasto mengaku merasakan energi berbeda dari karya-karya yang dipamerkan. Ia bahkan menyebut dirinya ikut “kecipratan” kebahagiaan dari sentuhan para seniman Jogja.
“Para seniman ini bukan hanya berkarya, tapi juga menjadi penggembira. Mereka dengan tulus menghadirkan kebahagiaan melalui karya seni,” ungkap Hasto, Selasa (17/3/2026).
Di tengah berbagai tekanan global dan dinamika kehidupan modern, pameran ini hadir seperti oase. Lukisan-lukisan yang dipajang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga memberi efek emosional yang menenangkan.
Menurut Hasto, seniman memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan batin masyarakat. Ia menilai, keberadaan mereka menjadi sumber energi positif yang tak ternilai.
“Ini bukan sekadar pameran, tapi ruang berbagi kebahagiaan. Seni itu bisa menyembuhkan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama ini para pelaku seni dan budaya di Yogyakarta turut memberi kontribusi nyata dalam pembangunan kota, baik secara gagasan maupun nilai-nilai kultural.
SAPAKU: Komunitas ‘Rasa Keluarga’ yang Sudah 21 Tahun Berkarya
Di balik pameran penuh makna ini, ada komunitas SAPAKU yang telah eksis sejak 2005. Ketua SAPAKU, Edi Arinto menyebut komunitas ini unik karena beranggotakan berbagai latar belakang profesi.
Mulai dari arsitek, ekonom, sosiolog, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa, semuanya bersatu dalam satu tujuan: mengekspresikan diri melalui seni.
“Yang menyatukan kami adalah rasa bahagia saat berkarya. Itu yang membuat kami tetap solid sampai sekarang,” ujar Edi.
Kini, di usia ke-21 tahun, SAPAKU semakin matang dan konsisten menghadirkan karya-karya yang relevan dengan kondisi sosial.
Tema “Orang-Orang Bahagia”, Pesan Sederhana Tapi Dalam
Mengangkat tema “Orang-Orang Bahagia”, SAPAKU ingin mengajak masyarakat untuk melihat hidup dari sisi yang lebih cerah.
Tema ini bukan tanpa alasan. Di tengah berbagai isu nasional dan global yang kerap memicu kecemasan, para seniman mencoba menghadirkan narasi tandingan: kebahagiaan itu nyata dan bisa dibagikan.
“Kami ingin orang datang ke sini, lalu pulang dengan perasaan lebih ringan dan bahagia,” kata Edi.
Sebanyak 16 seniman terlibat dalam pameran ini, dengan rata-rata tiga karya per orang. Artinya, pengunjung bisa menikmati setidaknya 48 lukisan, bahkan lebih.
Setiap karya menghadirkan interpretasi berbeda tentang kebahagiaan—mulai dari yang sederhana hingga yang penuh refleksi mendalam.
Pameran ini juga menjadi edisi ke-7 yang diselenggarakan oleh SAPAKU, menandakan konsistensi mereka dalam merawat ekosistem seni di Yogyakarta.
Tak hanya melihat lukisan, pengunjung juga diajak terlibat langsung melalui berbagai kegiatan interaktif, seperti workshop melukis cat air, teknik gouache, melukis dengan pastel, dan sesi melukis bersama.
Kegiatan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga ikut merasakan proses kreatif para seniman.
Catat Tanggalnya, Jangan Sampai Terlewat!
Pameran ini terbuka untuk umum mulai 17 hingga 29 Maret 2026. Namun, pengunjung perlu mencatat bahwa pameran akan tutup sementara pada 21–22 Maret 2026 karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
Dengan konsep yang hangat, penuh warna, dan sarat makna, pameran ini menjadi salah satu destinasi wajib bagi pecinta seni maupun masyarakat umum yang ingin “healing” dengan cara berbeda.
Kenapa pameran ini wajib kamu datangi? Karena visualnya estetik dan Instagramable, penuh pesan positif dan uplifting, kamu bisa ikut workshop langsung, serta cocok untuk semua kalangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


