Warga Ramai Bawa Kucing dan Anjing, 3.000 Dosis Vaksin Rabies Gratis Disiapkan Pemkot Yogyakarta
Program vaksinasi rabies gratis yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta mendapat sambutan positif dari masyarakat.
JOGJA – Program vaksinasi rabies gratis yang digelar Pemerintah Kota Yogyakarta mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berbondong-bondong membawa hewan peliharaan mereka, terutama kucing dan anjing, untuk mendapatkan vaksin sebagai langkah pencegahan penyakit rabies.
Program tersebut dilaksanakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan selama September 2026. Selain melindungi kesehatan hewan, vaksinasi menjadi bagian dari upaya pemerintah mempertahankan Kota Yogyakarta tetap berstatus zero kasus rabies.
Salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi berada di Pendopo Kelurahan Mantrijeron. Sejak kegiatan berlangsung, warga datang silih berganti membawa hewan peliharaan untuk menjalani pemeriksaan dan vaksinasi.
Salah satunya Yosida, warga Mangkuyudan. Ia membawa dua ekor anjing dan beberapa kucing peliharaannya untuk mendapatkan vaksin rabies secara gratis.
Menurut Yosida, program tersebut sangat membantu pemilik hewan karena vaksinasi rabies selama ini harus dilakukan secara mandiri di klinik hewan.
“Iya membantu. Lumayan biasanya ke klinik. Ini baru sekarang ikut vaksinasi rabies gratis. Kalau bisa berlanjut tahun depan ada lagi,” ujar Yosida, Sabtu (5/9/2026).
Ia menyebut biaya vaksinasi rabies secara mandiri di klinik hewan bisa mencapai sekitar Rp210 ribu untuk setiap ekor. Karena itu, layanan gratis dari Pemkot Yogyakarta dinilai meringankan biaya pemilik hewan sekaligus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan.
Kucing Jadi Hewan yang Paling Banyak Divaksin
Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, drh. Sri Wahyuningsih, mengatakan kucing menjadi hewan yang paling banyak dibawa masyarakat dalam program vaksinasi rabies tersebut.
Selain kucing, sejumlah warga juga membawa anjing untuk mendapatkan vaksin. Bahkan, dalam pelaksanaan selama tiga hari, petugas sempat memberikan vaksin rabies kepada monyet peliharaan milik warga di wilayah Kelurahan Patehan.
Namun, tidak semua hewan yang datang bisa langsung mendapatkan vaksin. Petugas terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan hewan memenuhi persyaratan vaksinasi.
Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah mengecek suhu tubuh. Hewan dengan suhu tubuh tinggi tidak dapat langsung divaksin karena kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi atau penyakit.
“Suhu tinggi itu karena adanya infeksi awal suatu penyakit. Tapi juga bisa karena stres perjalanan. Syarat divaksin itu harus sehat. Kita screening sehat itu dari suhu tubuh hewan,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan vaksinasi gratis tersebut selama program berlangsung. Menurutnya, vaksinasi tidak hanya penting bagi kesehatan hewan, tetapi juga menjadi bagian dari perlindungan masyarakat dari penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menetapkan sejumlah persyaratan bagi hewan yang akan mendapatkan vaksin rabies.
Hewan harus dalam kondisi sehat, tidak sedang bunting maupun menyusui, berusia minimal empat bulan, serta telah mendapatkan obat cacing.
Petugas juga mengingatkan pemilik hewan agar tidak menganggap vaksinasi sebagai satu-satunya bentuk pencegahan penyakit.
Kebersihan kandang atau tempat tinggal, kualitas makanan, serta kondisi kesehatan hewan perlu diperhatikan secara rutin. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus mengurangi risiko penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia.
Pemkot Yogyakarta Siapkan 3.000 Dosis Vaksin
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, mengatakan sekitar 3.000 dosis vaksin rabies disiapkan untuk pelaksanaan program sepanjang September 2026.
Jumlah tersebut mengacu pada realisasi vaksinasi tahun sebelumnya. Pada 2025, sebanyak 3.011 hewan telah mendapatkan vaksin rabies.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.435 merupakan kucing, 565 anjing, dan 11 kera atau monyet.
“Pada prinsipnya kami siapkan vaksin untuk semua hewan penular rabies yang ada di Kota Yogyakarta. Baik yang lama maupun baru dan memenuhi syarat divaksin seperti kondisinya harus sehat, tidak bunting, tidak menyusui, cukup umur dan sudah diberi obat cacing,” kata Panggarti.
Program vaksinasi gratis tersebut diperuntukkan bagi hewan penular rabies yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Kepemilikan dan domisili hewan dibuktikan melalui KTP pemilik.
Setelah mendapatkan vaksin, data hewan dicatat dalam buku vaksinasi yang diberikan kepada pemilik sebagai catatan kesehatan dan vaksinasi hewan tersebut.
Panggarti menegaskan hingga kini belum terdapat kasus rabies di Kota Yogyakarta. Meski demikian, pihaknya masih menemukan kasus gigitan yang melibatkan hewan penular rabies.
Setiap kasus gigitan ditindaklanjuti dengan observasi terhadap hewan selama 14 hari. Hasil pemantauan sejauh ini menunjukkan hewan yang terlibat dalam kasus gigitan tersebut tetap dalam kondisi sehat.
Meski status Kota Yogyakarta masih zero kasus rabies, kewaspadaan tetap diperlukan. Posisi Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata membuat mobilitas manusia dan hewan cukup tinggi.
Selain itu, masih terdapat daerah di Indonesia yang berstatus tertular rabies. Risiko juga dapat muncul dari hewan yang dibawa masuk dari luar daerah.
Karena itu, vaksinasi hewan secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga Yogyakarta tetap bebas rabies.
Pemkot Yogyakarta pun mengajak pemilik kucing, anjing, maupun kera untuk tidak melewatkan kesempatan mendapatkan vaksin rabies gratis. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih penting untuk melindungi kesehatan hewan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

