Bedhol Projo Pakem Meriah, Bupati Sleman Ajak Warga Jaga Budaya dan Perkuat Persatuan
Ratusan warga dari berbagai kalurahan ikuti peringatan Bedhol Projo di Kapanewon Pakem. (FOTO: Humas Pemkab Sleman for TIMES Indonesia)

Bedhol Projo Pakem Meriah, Bupati Sleman Ajak Warga Jaga Budaya dan Perkuat Persatuan

Ratusan warga memeriahkan Bedhol Projo Pakem di Sleman. Tradisi kirab budaya ini menjadi simbol persatuan, pelestarian warisan leluhur, dan penguat kebersamaan masyarakat.

TIMES Jogja,Rabu 13 Mei 2026, 23:55 WIB
894
A
A. Tulung

SLEMANRatusan warga dari berbagai kalurahan di Kapanewon Pakem memadati halaman kantor kapanewon dalam peringatan Bedhol Projo Pakem, Rabu (13/5/2026). Acara budaya yang berlangsung meriah dengan kirab bregodo tersebut turut dihadiri Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Tradisi Bedhol Projo menjadi simbol perpindahan pusat pemerintahan atau pergantian kepemimpinan yang dikemas melalui prosesi kirab budaya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menegaskan bahwa Bedhol Projo bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki nilai sejarah dan filosofi penting yang dapat menjadi pengingat perjuangan para leluhur.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya sebagai identitas daerah sekaligus fondasi kehidupan sosial di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Tradisi dan budaya merupakan jati diri masyarakat. Tanpa budaya, manusia seperti pohon tanpa akar yang mudah kehilangan arah,” ujarnya.

Harda menilai pelestarian budaya juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat nilai-nilai budaya sebagai bagian dari keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bedhol Projo Pererat Persaudaraan Warga

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Bedhol Projo juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga dan pemerintah. Bupati Sleman menekankan pentingnya semangat golong gilig atau persatuan dalam membangun wilayah Kapanewon Pakem.

Menurutnya, tantangan globalisasi membuat masyarakat harus semakin kuat menjaga kekayaan budaya lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Momentum Bedhol Projo harus menjadi penguat persaudaraan, kerukunan, dan semangat kebersamaan antara masyarakat dengan pamong pemerintah,” katanya.

Kirab budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari warga yang hadir di kawasan Kapanewon Pakem. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A. Tulung
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.