Kasus ISPA di Bantul Menurun, Dinkes Tetap Ingatkan Masyarakat Terapkan PHBS
Dinkes Bantul terus melakukan berbagai upaya pencegahan ISPA seperti meningkatkan sosialisasi PHBS, etika batuk, dan penggunaan masker, serta memberikan edukasi mengenai risiko dan dampak negatif merokok.
BANTUL – Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengimbau masyarakat agar meningkatkan upaya pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit (P2) atau Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, SKM, MPH.
Samsu mengatakan, pencegahan ISPA dapat dilakukan masyarakat dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga etika batuk dengan menutup mulut menggunakan tisu atau sapu tangan, serta menggunakan masker saat diperlukan.
"Kami juga imbau jauhi asap rokok dan sumber polusi lainnya, dan pastikan ventilasi rumah cukup dan berfungsi dengan baik, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang,"ungkap Samsu kepada TIMES Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Sementara itu, Dinkes Bantul terus melakukan berbagai upaya pencegahan ISPA.
Langkah tersebut antara lain meningkatkan sosialisasi PHBS, etika batuk, dan penggunaan masker, serta memberikan edukasi mengenai risiko dan dampak negatif merokok.
Selain upaya pencegahan, Dinkes Bantul juga memastikan ketersediaan obat ISPA dan fasilitas pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit.
Berdasarkan data Dinkes Bantul, kasus ISPA pada 2026 menunjukkan tren penurunan sejak Maret. Pada Januari tercatat 2.345 kasus, Februari 2.659 kasus, Maret 2.208 kasus, April 2.397 kasus, Mei 2.145 kasus, Juni 1.847 kasus, dan Juli 1.537 kasus.
Dengan demikian, jumlah kasus ISPA pada Juli 2026 turun 1.122 kasus dibandingkan Januari 2026, atau sekitar 47,9 persen. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

