Peneliti UGM Ingatkan Kesiapan Infrastruktur dan Pengemudi Saat Mudik Lebaran
Ilustrasi mudik lebaran (FOTO: Humas UGM for TIMES Indonesia)

Peneliti UGM Ingatkan Kesiapan Infrastruktur dan Pengemudi Saat Mudik Lebaran

Peneliti UGM Dwi Ardianta Kurniawan menilai kesiapan infrastruktur dan kondisi pengemudi menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan mudik Lebaran 2026.

TIMES Jogja,Jumat 13 Maret 2026, 22:35 WIB
432
A
A. Tulung

YOGYAKARTAPeneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Dwi Ardianta Kurniawan, menilai kesiapan infrastruktur dan kondisi pengemudi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

Menurutnya, pemerintah bersama operator jalan tol telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama periode mudik tahun ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan empat ruas tol fungsional yang dapat digunakan pemudik secara gratis guna membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama.

“Pembukaan jalur fungsional ini diharapkan dapat mempercepat distribusi lalu lintas sehingga waktu tempuh perjalanan darat menjadi lebih efisien,” ujar Dwi Ardianta, Jumat (13/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 6.859 masjid di sepanjang jalur mudik sebagai rest area alternatif bagi pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.

Dwi Ardianta juga mengingatkan pengemudi untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh, termasuk memeriksa kondisi ban, sistem pengereman, serta cairan penting seperti oli mesin dan minyak rem.

Ia menambahkan bahwa kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama di jalan tol. Karena itu, pengendara disarankan beristirahat 15–30 menit setelah mengemudi maksimal empat jam.

Dengan kesiapan infrastruktur, kondisi kendaraan yang baik, serta kedisiplinan pengemudi dalam beristirahat, ia berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman dan lancar. 

Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali diwarnai mobilitas masyarakat dalam jumlah besar. Pemerintah memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan ke kampung halaman pada musim libur Idulfitri tahun ini. Meski jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas tetap diperkirakan terjadi di berbagai jalur utama.

Data tersebut disampaikan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia yang memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 14–15 Maret dan kembali meningkat pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:A. Tulung
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.