Fakta 96 Persen Anak Indonesia Kurang Makan Buah, Pemkot Yogyakarta Turun Tangan ke Sekolah
Edukasi digelar untuk menanamkan kebiasaan makan buah sejak dini sekaligus membekali pelajar dengan pengetahuan tentang cara memilih buah yang aman, sehat, dan berkualitas.
JOGJA – Rendahnya konsumsi buah di kalangan remaja Indonesia menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta).
Di tengah tingginya angka anak muda yang masih enggan mengonsumsi buah dan sayuran, Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggencarkan Kampanye Keamanan Pangan Buah Nusantara di berbagai sekolah menengah pertama (SMP).
Program edukasi tersebut digelar untuk menanamkan kebiasaan makan buah sejak dini sekaligus membekali pelajar dengan pengetahuan tentang cara memilih buah yang aman, sehat, dan berkualitas.
Salah satu kegiatan kampanye berlangsung di SMP Negeri 9 Yogyakarta dan melibatkan ratusan siswa yang tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi, kuis interaktif, hingga praktik mengenali buah yang layak konsumsi.
Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, mengungkapkan bahwa kampanye tersebut dilatarbelakangi fakta memprihatinkan terkait pola konsumsi pangan remaja di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 96 persen remaja Indonesia masih kurang mengonsumsi buah dan sayuran. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas kesehatan generasi muda dalam jangka panjang.
"Melalui kampanye keamanan pangan buah nusantara ini kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa makan buah merupakan kebutuhan penting bagi tubuh," ujar Ashardini, Kamis (23/7/2026).
"Indonesia memiliki kekayaan buah lokal yang sangat melimpah dan bergizi, sehingga anak-anak tidak harus bergantung pada buah yang mahal," sambungnya.
Menurut Ashardini, remaja menjadi kelompok sasaran utama karena mereka merupakan generasi yang akan menentukan masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Buah mengandung berbagai nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang berperan besar dalam mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan organ tubuh, hingga menjaga daya tahan tubuh dan konsentrasi belajar.
Karena itu, membangun kebiasaan makan buah sejak usia sekolah dinilai menjadi investasi kesehatan yang sangat penting.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi langsung dari Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY mengenai manfaat buah bagi kesehatan serta cara memilih buah yang aman dikonsumsi.
Mereka diajarkan mengenali ciri-ciri buah segar, mulai dari warna kulit, aroma, tekstur, hingga kondisi fisik buah.
Buah yang baik untuk dikonsumsi umumnya tidak memiliki memar, tidak berjamur, tidak busuk, dan tidak terlalu lembek. Selain itu, buah juga harus memiliki aroma segar khas sesuai jenisnya.
Usai sesi edukasi, para siswa mendapatkan berbagai buah lokal nusantara seperti pisang, jeruk, salak, dan apel untuk dinikmati bersama.
Ashardini menjelaskan, kampanye keamanan pangan ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.
Program tersebut menjadi bagian dari inovasi Paku Bangsa (Pangan Aman, Anak Kuat, Bangsa Hebat) yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah dengan sistem pangan yang sehat, aman, dan berkualitas.
Tidak hanya menjadi peserta, para siswa juga diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mampu menularkan kebiasaan positif kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar.
"Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat mengajak teman-temannya untuk rutin makan buah setiap hari serta lebih cerdas dalam memilih buah yang aman dikonsumsi," katanya.
Sementara itu, narasumber dari BRMP DIY, Nurdeana Cahyaningrum, menambahkan bahwa masyarakat perlu memperhatikan keamanan buah sejak proses pembelian hingga penyimpanan.
Menurutnya, buah sebaiknya dibeli di tempat yang bersih dan higienis. Sebelum dikonsumsi, buah harus dicuci terlebih dahulu menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran maupun residu yang menempel pada permukaan kulit.
Ia juga memberikan tips penyimpanan buah agar kualitasnya tetap terjaga.
"Untuk buah seperti pisang sebaiknya tidak disimpan bersama buah lainnya karena dapat mempercepat proses pematangan sehingga buah lain lebih cepat rusak atau membusuk," jelasnya.
Kampanye tersebut mendapat respons positif dari para pelajar. Salah satunya Kirana Nisa Karunia yang mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai manfaat buah bagi kesehatan.
Ia mengaku sebelumnya tidak selalu mengonsumsi buah setiap hari. Namun setelah mengikuti kegiatan tersebut, dirinya semakin termotivasi untuk menjadikan buah sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
"Kegiatannya seru dan menambah wawasan. Jadi tahu manfaat buah, kandungan gizinya, dan cara memilih buah yang bagus. Saya juga ingin mengajak teman-teman yang belum suka makan buah supaya mulai mencoba dan membiasakan diri," ungkap Kirana.
Melalui kampanye ini, Pemkot Yogyakarta berharap kesadaran generasi muda terhadap pentingnya konsumsi buah terus meningkat.
Dengan pola makan yang lebih sehat dan pemahaman tentang keamanan pangan yang baik, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

