INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan di Ajang Internasional ICAI 2026
Dosen dan mahasiswa INISNU Temanggung sukses meraih dua penghargaan dalam ajang internasional ICAI 2026 di Yogyakarta lewat riset Ekonomi Syariah dan UMKM.
MAGELANG – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung kembali meraih prestasi di tingkat internasional. Capaian ini mempertegas komitmen INISNU Temanggung dalam memperkuat budaya riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Kampus tersebut membawa pulang dua penghargaan dalam ajang International Competition Academic and Innovation (ICAI) 2026 yang digelar di Grand Kangen Hotel, Yogyakarta, Minggu (19/7/2026). Ajang ini diikuti oleh ratusan akademisi dari Indonesia, Malaysia, dan Suriname.
Keberhasilan pertama datang dari kategori Ekonomi Syariah. Dosen INISNU Temanggung, Dr. Fatmawati Sungkawaningrum, meraih Juara 1 melalui artikel ilmiah berjudul "Economic Vulnerability of Small Producers Due to Income Uncertainty and Institutional Asymmetry".
Penelitian tersebut disusun bersama (Cand. Dr.) Navirta Ayu dari STAI Yogyakarta dan Drs. Mohamad Abdul Munjid dari INISNU Temanggung. Kajian ini mengulas persoalan ketidakpastian pendapatan yang dihadapi produsen kecil, serta pentingnya penguatan regulasi dan kelembagaan.
"Prestasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghasilkan riset yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Dr. Fatmawati, Minggu (19/7/2026).
Menurutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam penguatan kebijakan bagi pelaku usaha kecil agar lebih tangguh menghadapi tantangan ekonomi.
Selain dosen, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah INISNU Temanggung juga mencatatkan prestasi. Tim mahasiswa yang beranggotakan Alifia Choirun N., Kinanti Sayekti A., dan Sikta Aulia R. berhasil meraih Juara 2 melalui artikel ilmiah berjudul "Strategi Packing dan Branding Syariah sebagai Instrumen Penurunan Biaya Produksi UMKM".
Penelitian tersebut menyoroti pentingnya strategi pengemasan dan branding berbasis prinsip syariah untuk meningkatkan efisiensi biaya sekaligus memperkuat daya saing UMKM.
"Kami berharap penelitian ini tidak hanya menjadi karya ilmiah, tetapi juga dapat diterapkan oleh pelaku UMKM agar produknya semakin kompetitif," kata salah satu anggota tim mahasiswa.
Mereka menyatakan, pengalaman mengikuti kompetisi internasional ini menjadi bekal berharga untuk mengembangkan kemampuan riset sekaligus memperluas jejaring akademik.
Ajang ICAI 2026 sendiri diikuti oleh 112 dosen dan 80 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi akademik lintas negara melalui presentasi hasil penelitian dan inovasi.
Raihan dua penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi sivitas akademika INISNU Temanggung untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas serta berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

