Pemkab Sleman Siapkan 3 Zona Investasi Baru, Prambanan hingga Kaliurang Jadi Magnet
ILUSTRASI: Wisatawan di Kaliuarang (FOTO: Bing Image Creative)

Pemkab Sleman Siapkan 3 Zona Investasi Baru, Prambanan hingga Kaliurang Jadi Magnet

Langkah ini menjadi strategi baru Pemkab Sleman untuk menciptakan pusat ekonomi yang lebih merata.

TIMES Jogja,Minggu 10 Mei 2026, 21:05 WIB
1.6K
A
A. Tulung

SLEMANPemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab Sleman) mulai mengarahkan pengembangan investasi ke tiga kawasan baru yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Tiga wilayah tersebut meliputi Prambanan, Kaliurang, dan kawasan Sleman Barat.

Langkah ini menjadi strategi baru Pemkab Sleman untuk menciptakan pusat ekonomi yang lebih merata dengan mengandalkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga wisata edukasi berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sleman, Triana Wahyuningsih, mengatakan pengembangan kawasan baru ini diharapkan mampu membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Kawasan Prambanan menjadi salah satu fokus utama pengembangan investasi karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Keberadaan akses jalan tol baru disebut menjadi faktor penting yang meningkatkan daya tarik kawasan tersebut di mata investor.

Selain telah masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Prambanan juga menawarkan berbagai peluang investasi, mulai dari pembangunan destinasi wisata buatan, pusat oleh-oleh, industri batik, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Berbeda dengan Prambanan, kawasan Kaliurang diarahkan menjadi pusat agrowisata modern yang memanfaatkan potensi alam lereng Gunung Merapi.

Panorama pegunungan dan udara sejuk menjadi keunggulan utama kawasan ini untuk menarik wisatawan maupun investor.

Beberapa sektor yang dinilai potensial dikembangkan di antaranya taman bunga, wisata edukasi pertanian, hingga industri pengolahan susu terpadu.

Konsep tersebut diyakini mampu meningkatkan lama kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat perekonomian warga setempat.

Sementara itu, kawasan Sleman Barat yang meliputi Sendangarum, Sumberagung, dan Sumberahayu mulai dipersiapkan sebagai pusat wisata edukasi berbasis hortikultura dan alam.

Wilayah ini dinilai memiliki ketersediaan lahan hijau yang luas sehingga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata baru.

“Investasi di Sleman Barat ditargetkan berkembang melalui konsep wisata edukasi hortikultura, greenhouse, kampung wisata, hingga wisata berbasis alam,” ujar Triana, Minggu (105/2026).

Untuk mempercepat realisasi investasi, Pemkab Sleman juga melakukan digitalisasi layanan perizinan. Seluruh proses kini dapat diakses melalui platform online seperti OSS-RBA, SIMBG, dan sistem perizinan daerah berbasis digital.

Transformasi layanan tersebut diharapkan mampu memangkas birokrasi serta memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor.

Dengan pengembangan tiga kawasan baru ini, Sleman menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi berkelanjutan yang didukung potensi alam, budaya, dan kemudahan investasi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A. Tulung
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Yogyakarta, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.