Relawan dan UMKM Sariharjo Kompak Jaga MBG, Desak Tata Kelola Lebih Akuntabel
Relawan dan UMKM Sariharjo mendukung keberlanjutan Program MBG sambil mendorong transparansi, evaluasi, dan penguatan komunikasi agar manfaatnya semakin luas.
JOGJA – TIMESINDONESIA, SLEMAN – Dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menguat dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sariharjo 1, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyuarakan harapan agar program strategis pemerintah tersebut tetap berjalan dengan tata kelola yang semakin baik.
Melalui penyampaian petisi yang digelar di dapur SPPG Sariharjo 1 pada Kamis (25/6/2026), para relawan dan mitra MBG menyatakan dukungan terhadap program yang dinilai mampu meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Di sisi lain, mereka juga mendorong peningkatan transparansi, komunikasi, dan evaluasi menyeluruh agar pelaksanaan MBG semakin efektif, akuntabel, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Relawan SPPG Sariharjo 1, Kayadi, bersama Sambu Polosoro dan Agus Budianto, menilai Program MBG telah memberikan dampak nyata bagi banyak kalangan. Selain membantu masyarakat memperoleh akses makanan bergizi, program tersebut juga membuka lapangan kerja dan menciptakan peluang ekonomi baru di lingkungan sekitar.
“Program MBG tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat, membuka lapangan pekerjaan, dan memberi kesempatan kepada UMKM lokal untuk berkembang,” ujar Kayadi.
Menurutnya, operasional dapur MBG melibatkan banyak unsur masyarakat, mulai dari relawan, tenaga operasional, hingga pemasok bahan pangan. Rantai ekonomi yang tercipta dari program tersebut dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
MBG Dinilai Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal
Para relawan menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena melibatkan berbagai sektor pendukung. Mulai dari petani, pemasok bahan pangan, pelaku usaha sembako, hingga UMKM lokal memperoleh manfaat ekonomi dari keberlangsungan program tersebut.
Mereka berharap pemerintah tetap menjaga keberlanjutan MBG karena dinilai mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Dalam petisi yang ditujukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), para relawan menegaskan bahwa keberlangsungan MBG harus tetap dijaga agar manfaat sosial dan ekonomi yang telah dirasakan masyarakat tidak terhenti.
Mereka juga mengingatkan bahwa program tersebut telah menciptakan banyak peluang kerja, termasuk bagi generasi muda dan tenaga profesional yang terlibat dalam berbagai aktivitas operasional.
Dorong Transparansi dan Penyelesaian Dugaan Penyimpangan
Selain menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program, para relawan juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan MBG.
Mereka meminta apabila terdapat dugaan penyimpangan maupun persoalan hukum di lingkungan Badan Gizi Nasional, proses penanganannya dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Kayadi, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting agar Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal.
“Kami berharap jika ada persoalan hukum atau dugaan korupsi, semuanya dapat diungkap secara transparan dan diselesaikan sesuai mekanisme hukum. Kepercayaan publik terhadap program harus terus dipelihara,” tegasnya.
Para relawan menilai tata kelola yang baik menjadi fondasi utama agar program berskala nasional tersebut tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Relawan Minta BGN Perkuat Komunikasi dengan Mitra Lapangan
Dalam petisi tersebut, para relawan juga meminta Badan Gizi Nasional memperkuat komunikasi dengan para pelaksana program di lapangan, termasuk relawan, mitra dapur, dan pelaku UMKM yang menjadi bagian dari ekosistem MBG.
Mereka berharap setiap kebijakan yang diambil dapat mempertimbangkan kondisi riil di lapangan sehingga implementasi program berjalan lebih efektif dan minim kendala.
Agus Budianto mengatakan para relawan dan mitra lokal memiliki pengalaman langsung dalam menjalankan operasional MBG setiap hari. Karena itu, masukan dari lapangan dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan program.
“Kami berharap suara relawan dan mitra yang terlibat langsung dapat menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Dengan komunikasi yang baik, program ini akan semakin kuat dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” kata Agus.
UMKM Berharap Program Terus Berlanjut
Aksi penyampaian petisi tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah pelaku UMKM yang menjadi pemasok kebutuhan dapur MBG Sariharjo 1.
Para pelaku usaha kecil menilai program tersebut telah menciptakan pasar yang lebih stabil bagi produk lokal. Karena itu, mereka berharap MBG terus berlanjut dengan sistem pengelolaan yang semakin transparan, profesional, dan berkelanjutan.
Bagi UMKM, keberlanjutan program bukan hanya soal aktivitas ekonomi semata, melainkan juga tentang menjaga keberlangsungan usaha masyarakat kecil yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok MBG.
Melalui aspirasi yang disampaikan, relawan dan UMKM Sariharjo berharap pemerintah dapat terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Mereka meyakini bahwa dengan tata kelola yang baik serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah, relawan, dan pelaku usaha lokal, MBG dapat menjadi program strategis yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi rakyat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

