Puluhan Sapi di Bantul Terjangkit PMK: Dua Ekor Mati, Distribusi Vaksin 75 Persen
Puluhan sapi di Kabupaten Bantul terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).
BANTUL – Puluhan sapi di Kabupaten Bantul terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Berdasarkan data Situasi PMK per 12 Februari 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul mencatat sebanyak 24 ekor sapi dalam kondisi sakit, sementara dua ekor lainnya dilaporkan mati akibat penyakit tersebut.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni, mengatakan bahwa hingga pertengahan Februari 2026, pelaksanaan vaksinasi PMK di Bantul terus berjalan. Vaksin telah diberikan kepada 428 ekor sapi, 76 ekor kambing, dan 574 ekor domba, sehingga total ternak yang telah tervaksin mencapai 1.078 ekor.
“Target distribusi vaksin PMK tahun 2026 sebanyak 27.500 dosis. Pada Januari 2026, sebanyak 6.000 dosis vaksin telah tersalurkan atau sekitar 75 persen dari target tahap awal,” ujar Novriyeni, Sabtu (14/2/2026).
Untuk menekan penyebaran PMK, DKPP Bantul telah melakukan sejumlah langkah pengendalian. Salah satunya dengan mengirimkan surat imbauan kepada seluruh kapanewon dan kalurahan agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif terhadap potensi penularan PMK.
Selain itu, DKPP Bantul juga melaksanakan vaksinasi PMK tahap I pada periode Januari hingga Maret 2026 dengan alokasi 6.000 dosis vaksin. Pengawasan diperketat, khususnya di Pasar Hewan Imogiri serta pada lalu lintas ternak antar daerah.
"Langkah-langkah ini, kami harapkan mampu menekan penyebaran PMK sekaligus melindungi populasi ternak dan menjaga keberlangsungan perekonomian para peternak di Bantul," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


