Pendidikan

SLB Bina Siwi Bantul Beri Keterampilan Membuat Tusuk Sate kepada Siswanya

Senin, 15 Agustus 2022 - 13:46
SLB Bina Siwi Bantul Beri Keterampilan Membuat Tusuk Sate kepada Siswanya Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memeriksa tusuk sate produksi anak SLB Bina Siwi.(Foto: Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

TIMES JOGJA, BANTUL – Setiap lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) harus memiliki kemandirian ekonomi. Sehingga sekolah harus memberikan bekal ketrampilan yang memadai bagi peserta didiknya. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan harapan ini usai meresmikan ruang praktik pembuatan tusuk sate di SLB Bina Siwi Manukan Sendangsari Pajangan Bantul, Senin (15/8/2022).

Pemilihan ketrampilan pembuatan tusuk sate dinilai sudah tepat untuk dapat menjadi bekal hidup bagi lulusan SLB. Menyusul melimpahnya bahan baku, serta tersedianya pasar yang  cukup luas.

Halim berharap selanjutnya dapat ditemukan jenis ketrampilan lain, yang juga dapat menjadi bekal hidup bagi lulusan SLB. "Menjamurnya warung sate di Bantul menjadi pasar yang potensial bagi produk tusuk sate," kata Abdul Halim Muslih.

Abdul Halim Muslih memastikan, Pemkab Bantul akan mendukung penuh program program kemandirian bagi siswa SLB. Penanganan penyandang disabilitas menjadi bagian dari visi kelima Pemkab Bantul yakni penanganan masalah kesejahteraan sosial secara terpadu dan pencapaian Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak, ramah perempuan dan difabel.

Sebagai bentuk kepedulian, Abdul Halim Muslih langsung memberikan bantuan dari gaji dan tunjangannya untuk pembelian alat pengering. Pemkab Bantul juga siap menjembatani pihak sekolah dengan kalangan swasta, mengingat banyak perusahaan yang menaruh kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus melalui dana Corporate Social Responbility (CSR).

Kepala SLB Bina Siwi Mugiyanti MPd mengaku, pemilihan ketrampilan pembuatan tusuk sate melalui proses yang panjang. Setelah mencoba berbagai jenis keterampilan, mulai membuat keset, hand soap dan boga. Ketrampilan membuat tusuk sate diperoleh setelah melihat bahan baku yang kurang dimanfaatkan secara optimal.

Berawal membuat tusuk sate secara manual, dibantu komite sekolah dan Dinas Pendidikan DIY berupaya membeli mesin pembuat tusuk sate. Pembelian dilakukan secara bertahap mulai dari mesin pemecah bambu hingga mesin peruncing. Dengan total harga mencapai Rp60 Juta. Sedangkan bantuan dari Bupati Bantul akan digunakan untuk membeli mesin pengering.

Dengan tambahan mesin pengering, proses pembuatan tusuk sate akan lebih cepat. Sehingga dapat memenuhi pesanan yang mencapai 20 kilogram setiap hari karena tidak perlu lagi melakukan penjemuran yang sangat tergantung cuaca. (*) 

Pewarta : Totok Hidayat
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jogja just now

Welcome to TIMES Jogja

TIMES Jogja is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.