UAD Tegaskan Fokus Tridarma, Perkuat Inovasi Gizi dan Pangan di Tengah Sorotan Program MBG
UAD prioritaskan tridarma perguruan tinggi sembari perkuat riset gizi, inovasi pangan lokal antistunting, dan pendampingan UMKM halal lewat ADHC yang raih penghargaan IHYA 2024.
YOGYAKARTA – Wacana keterlibatan perguruan tinggi dalam program pemerintah, termasuk pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat perhatian dari berbagai kampus.
Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Prof. Dr. Muchlas, M.T. menegaskan bahwa kampus tetap memprioritaskan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi sebagai fokus utama.
Menurut Muchlas, tridarma menjadi fondasi penting dalam pengembangan perguruan tinggi yang mencakup aspek pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Fokus kami saat ini tetap pada pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi,” ujarnya, Jumat (22/5/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pernyataan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto yang mendorong kampus berperan aktif dalam program pemerintah, termasuk pengelolaan SPPG untuk mendukung program MBG.
UAD Perkuat Riset Gizi dan Inovasi Pangan Lokal
UAD disebut memiliki perhatian besar terhadap isu gizi dan kesehatan masyarakat melalui berbagai program penelitian serta pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Sejumlah inovasi tersebut banyak dikembangkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Program Studi Gizi, serta Program Studi Bisnis Jasa Makanan.
Hasil penelitian kemudian diterapkan dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti pelatihan, sosialisasi, hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus ialah pengembangan olahan pangan berbasis bahan lokal untuk pencegahan stunting di wilayah Gunungkidul dan Kulon Progo.
“Implementasi hasil penelitian dilakukan melalui pelatihan, sosialisasi, hingga KKN. Fokus utamanya antara lain pengembangan pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting,” jelas Muchlas.
Pendampingan UMKM Halal dan Penguatan Ekosistem Akademik
Selain bidang gizi dan kesehatan, UAD melalui Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC) juga aktif mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam proses sertifikasi halal.
Pendampingan tersebut bertujuan membantu UMKM memperoleh legalitas produk sekaligus memastikan standar keamanan dan kebersihan produk pangan.
Atas kontribusi tersebut, ADHC meraih penghargaan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI sebagai Best Halal Innovation on Academic Achievement dalam ajang Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2024. UAD menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang menerima penghargaan tersebut.
Muchlas menegaskan, berbagai program yang dijalankan kampus tetap selaras dengan pelaksanaan tridarma, mulai dari inovasi pangan, penguatan gizi masyarakat, hingga pengembangan sektor halal.
Ia juga menambahkan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas pengabdian masyarakat, serta memperkuat ekosistem akademik di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

